Pelatih asal Jerman Mendekati Kursi Kepelatihan Newcastle
Mantan Presiden klub Al Nassr memicu kontroversi setelah melontarkan pesan yang terkesan menyindir para pendukung rival tradisional, Al Ahli, terkait kepergian pelatih asal Jerman, Matthias Jaissle, dari kursi kepelatihan tim.
Sejumlah laporan media memastikan bahwa Jaissle mengajukan pengunduran dirinya dari kursi kepelatihan Al Ahli pada Kamis kemarin, demi menangani tim Newcastle United pada musim mendatang, menggantikan mantan pelatihnya, Eddie Howe.
Pangeran Faisal bin Turki, mantan Presiden klub Al Nassr, menuliskan cuitan melalui akun resminya di situs “X”, yang berbunyi: “Selesaikan masalah kalian dengan pelatih kalian yang meninggalkan kalian, yang sudah jauh dari Al Nassr, kami tidak tahu apa-apa tentangnya dan tidak membawa kabarnya.”
Meski mantan Presiden Al Nassr tersebut tidak menyebutkan nama Al Ahli secara terang-terangan, respons itu ditujukan kepada sebagian pendukung “Al Raqi” yang menuduh beberapa pejabat yang berafiliasi dengan klub Al Nassr sebagai penyebab kepergian Jaissle.
Hubungan antara pendukung Al Ahli dan Al Nassr diwarnai ketegangan besar, sejak pertandingan kedua tim pada musim lalu, baik di Piala Super Arab Saudi, ketika “Al Raqi” dinobatkan sebagai juara, maupun di Liga Roshn ketika masing-masing tim saling mengalahkan.
Usai salah satu pertandingan tersebut, sejumlah pemain Al Ahli, terutama bek asal Turki Merih Demiral, menuduh para pejabat di Liga Arab Saudi berpihak kepada Al Nassr, demi bintang Portugalnya, Cristiano Ronaldo.
