Pernah Digadang-gadang sebagai Bintang Masa Depan Inggris, Sancho Kini Harus Menyelamatkan Kariernya
Kisah Jadon Sancho bersama Manchester United menjadi salah satu cerita paling menyedihkan dalam beberapa tahun terakhir. Pemain yang dahulu dianggap sebagai salah satu talenta muda terbaik Inggris itu kini berada di persimpangan karier setelah gagal memenuhi ekspektasi besar yang muncul sejak kepindahannya ke Old Trafford.
Sancho pernah datang ke Manchester United dengan status sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di dunia. Klub bahkan mengeluarkan dana sekitar £73 juta untuk memboyongnya dari Borussia Dortmund pada musim panas 2021. Transfer tersebut seharusnya menjadi awal dari era baru bagi sang winger di sepak bola Inggris.
Namun, perjalanan Sancho di Manchester justru berubah menjadi rangkaian masalah, perselisihan, masa peminjaman, hingga akhirnya membuat masa depannya semakin tidak jelas.
Kini, setelah beberapa periode peminjaman dan minimnya kepastian mengenai klub berikutnya, Sancho harus berusaha keras untuk menemukan kembali performa yang pernah membuatnya begitu ditakuti di Bundesliga.
Bersinar di Borussia Dortmund
Sebelum menjadi bagian dari Manchester United, Sancho terlebih dahulu membangun reputasi luar biasa bersama Borussia Dortmund.
Menariknya, Sancho berani meninggalkan Manchester City ketika masih berusia 17 tahun demi mencari kesempatan bermain di Jerman. Keputusan tersebut terbukti sangat tepat.
Di Dortmund, Sancho berkembang menjadi salah satu pemain muda paling menarik di Eropa. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, kreativitas, serta keberaniannya menghadapi pemain bertahan membuatnya menjadi ancaman besar di Bundesliga maupun Liga Champions.
Dalam 137 pertandingan bersama Dortmund, Sancho terlibat dalam 114 gol dan assist. Statistik tersebut membuat sejumlah klub elite Eropa mulai memantau perkembangannya.
Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, bahkan pernah memberikan pujian tinggi setelah melihat penampilan Sancho di Liga Champions. Ferdinand saat itu menilai sang winger memiliki potensi untuk menjadi salah satu pemain Inggris terbaik pada masa mendatang.
Ekspektasi terhadap Sancho pun semakin tinggi.
Transfer £73 Juta ke Manchester United
Pada musim panas 2021, Manchester United akhirnya mendapatkan pemain yang mereka incar.
Sancho datang ke Old Trafford dengan biaya transfer sekitar £73 juta. Banyak pihak menilai transfer tersebut sebagai langkah besar United untuk membangun lini serang yang lebih kuat.
Dengan usia yang masih muda dan pengalaman luar biasa di Bundesliga, Sancho dianggap memiliki semua atribut untuk menjadi bintang Premier League.
Namun, sejak awal terdapat beberapa faktor yang membuat adaptasinya tidak berjalan mulus.
Sancho lebih nyaman bermain di sisi kiri, sementara Manchester United memiliki Marcus Rashford di posisi tersebut. Akibatnya, Sancho beberapa kali harus bermain di sisi kanan, posisi yang tidak memberikan kebebasan maksimal seperti yang ia dapatkan ketika bermain untuk Dortmund.
Masalah kebugaran juga ikut mengganggu proses adaptasinya.
Sancho sempat mengalami infeksi telinga yang membuatnya harus menjalani perawatan dan kehilangan momentum pada awal kariernya di Old Trafford. Di saat yang sama, Manchester United juga mengalami pergantian pelatih dari Ole Gunnar Solskjaer ke Ralf Rangnick.
Situasi klub yang tidak stabil membuat Sancho kesulitan menemukan konsistensi.
Mulai Kehilangan Kepercayaan Diri
Musim keduanya bersama Manchester United sempat memberikan harapan.
Sancho mencetak gol penting dalam kemenangan atas Liverpool dan Leicester City. Namun, performanya kembali menurun beberapa bulan kemudian.
Ia kehilangan tempat di skuad utama dan bahkan tidak masuk dalam rombongan Inggris untuk Piala Dunia 2022.
Setelah itu, Sancho menjalani program latihan individu selama beberapa bulan. Manchester United menyebut adanya persoalan yang berkaitan dengan kondisi fisik dan mental sang pemain.
Meskipun akhirnya kembali ke tim utama dan membantu United menjalani musim yang cukup baik, kontribusinya masih jauh dari ekspektasi.
Sancho hanya mencetak tujuh gol pada musim tersebut dan memberikan tiga assist.
Angka tersebut tentu sangat mengecewakan jika dibandingkan dengan harga transfer serta reputasi yang dibawanya dari Dortmund.
Perselisihan dengan Erik ten Hag Mengubah Segalanya
Titik terburuk karier Sancho di Manchester United terjadi pada awal musim 2023-24.
Setelah tidak masuk skuad ketika menghadapi Arsenal, Sancho memberikan respons melalui media sosial. Ia membantah kritik yang diberikan Erik ten Hag terhadap performanya dalam latihan dan merasa dirinya dijadikan kambing hitam.
Situasi tersebut berkembang menjadi perselisihan terbuka antara pemain dan pelatih.
Sancho kemudian tidak meminta maaf kepada Ten Hag. Akibatnya, ia tersingkir dari skuad utama dan menjalani latihan secara terpisah.
Hubungan antara kedua pihak praktis rusak.
Keputusan tersebut menjadi titik balik yang membuat masa depan Sancho di Old Trafford semakin sulit diselamatkan.
Pada Januari 2024, Sancho akhirnya kembali ke Borussia Dortmund dengan status pinjaman.
Kembali ke Dortmund, tetapi Tidak Menjadi Solusi Permanen
Kepulangan ke Dortmund sempat menghidupkan kembali harapan.
Sancho tampil cukup impresif dan membantu Dortmund mencapai final Liga Champions. Ia terlihat kembali menjadi pemain yang percaya diri ketika berada di lingkungan yang sudah sangat dikenalnya.
Namun, performa tersebut tidak cukup untuk mengubah keputusan Manchester United.
Sancho kembali ke Inggris setelah masa peminjamannya berakhir dan sempat memperbaiki hubungan dengan Ten Hag. Ia bahkan tampil beberapa menit dalam Community Shield melawan Manchester City.
Tetapi situasinya kembali berubah.
Sancho kemudian dipinjamkan ke Chelsea.
Chelsea Juga Tidak Mampu Menghidupkan Kariernya
Kepindahan ke Chelsea seharusnya menjadi kesempatan kedua bagi Sancho untuk membuktikan kualitasnya di Premier League.
Namun, hasilnya kembali mengecewakan.
Sancho tampil dalam 42 pertandingan, tetapi hanya sekitar separuh di antaranya sebagai starter. Ia juga hanya empat kali bermain penuh selama 90 menit.
Ada beberapa momen positif, termasuk gol melawan Tottenham dan gol di final Conference League ketika Chelsea menghadapi Real Betis.
Namun secara keseluruhan, Chelsea tidak mendapatkan kontribusi konsisten yang mereka harapkan.
Pada akhirnya, Chelsea memilih membayar denda sekitar £5 juta kepada Manchester United untuk membatalkan kewajiban pembelian permanen Sancho.
Aston Villa Menjadi Peluang Berikutnya
Setelah Chelsea, Sancho kembali mencari jalan keluar.
Aston Villa kemudian menjadi klub berikutnya yang memberikan kesempatan melalui peminjaman.
Namun, sekali lagi, Sancho gagal memberikan dampak besar.
Unai Emery lebih sering menggunakannya sebagai pemain pengganti. Bahkan ketika Aston Villa mencapai final Liga Europa, Sancho baru masuk pada menit-menit akhir.
Ironisnya, pertandingan tersebut menjadi final Eropa ketiganya dalam tiga musim berturut-turut bersama tiga klub berbeda.
Namun, pencapaian tersebut tidak mampu menghapus fakta bahwa kariernya terus mengalami penurunan.
Manchester United Akhirnya Melepas Sancho
Setelah serangkaian masa peminjaman, Manchester United akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan jangka panjang dengan Sancho.
Klub ingin mengurangi beban gaji dan membuka ruang dalam skuad untuk pemain lain.
Hal tersebut menjadi akhir yang pahit bagi pemain yang pernah dibeli dengan harga £73 juta.
United awalnya berharap Sancho menjadi salah satu wajah utama proyek mereka. Namun, pada akhirnya klub justru harus beberapa kali membayar agar sang pemain bisa bermain di klub lain.
Situasi tersebut membuat transfer Sancho kerap disebut sebagai salah satu kegagalan transfer terbesar Manchester United dalam beberapa tahun terakhir.
Masih Ada Jalan untuk Bangkit
Meski situasinya terlihat buruk, karier Sancho sebenarnya belum berakhir.
Usianya masih relatif muda dan pengalaman bermain di level tertinggi sudah dimilikinya. Ia pernah tampil di Bundesliga, Premier League, Liga Champions, serta kompetisi internasional bersama Inggris.
Masalah terbesarnya bukan lagi soal kemampuan teknis.
Sancho perlu menemukan kembali kepercayaan diri dan keberanian yang dahulu membuatnya begitu istimewa di Dortmund.
Michael Carrick pernah menyoroti kualitas alami Sancho, terutama dalam membawa bola, menciptakan peluang, mengontrol permainan, serta bermain di sekitar kotak penalti. Namun, pemain seperti Sancho tetap membutuhkan lingkungan yang tepat agar kemampuan tersebut dapat kembali muncul.
Masa Depan Sancho Masih Menjadi Misteri
Setelah meninggalkan Manchester United, Sancho disebut memiliki sejumlah pilihan dari klub-klub Eropa dan Timur Tengah.
Borussia Dortmund juga masih membuka kemungkinan untuk kembali membawanya pulang, meskipun terdapat keraguan mengenai kondisi fisik serta kemampuannya untuk kembali tampil konsisten di level tertinggi.
Sementara itu, opsi bermain di Arab Saudi atau Qatar juga dapat menjadi alternatif jika Sancho tidak menemukan tawaran menarik dari klub-klub elite Eropa.
Yang jelas, ia harus membuat keputusan penting.
Sancho masih memiliki waktu untuk membalikkan keadaan. Tetapi jika kembali gagal menemukan performa terbaiknya, kariernya berisiko semakin jauh dari level yang dahulu diprediksi banyak orang.
Dari Wonderkid Inggris hingga Berjuang Menyelamatkan Karier
Jadon Sancho pernah dianggap sebagai salah satu masa depan sepak bola Inggris.
Ia meninggalkan Manchester City pada usia 17 tahun, bersinar bersama Dortmund, mengumpulkan kontribusi gol dan assist dalam jumlah luar biasa, lalu mendapatkan transfer £73 juta ke Manchester United.
Namun, perjalanan setelah itu tidak sesuai harapan.
Perselisihan dengan pelatih, masalah konsistensi, masa peminjaman, hingga hilangnya kepercayaan diri membuat Sancho berada dalam situasi yang sulit.
Kini, tantangan terbesar bukan lagi membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi pemain £73 juta.
Tantangan Sancho adalah membuktikan bahwa dirinya masih mampu menjadi pemain yang dulu membuat dunia sepak bola begitu terkesan.
Waktu masih berada di pihaknya. Namun, Sancho harus segera menemukan kembali keberanian, konsistensi, dan kepercayaan diri yang pernah membuatnya menjadi salah satu talenta paling ditakuti di Eropa.
Jika berhasil, cerita ini masih bisa berakhir dengan kebangkitan luar biasa.
Jika tidak, nama Jadon Sancho mungkin akan selalu dikenang sebagai salah satu talenta besar yang gagal mencapai potensi maksimalnya.
