Pelatih kepala Santos, Cuca, mengonfirmasi bahwa ia akan mengadakan pertemuan tertutup dengan Neymar untuk membahas catatan disiplin sang penyerang yang kian memburuk. Superstar Brasil itu terpaksa menyaksikan dari pinggir lapangan saat timnya menelan kekalahan yang merugikan dalam ketidakhadirannya.
Santos kesulitan tanpa penyerang andalan
Peixe benar-benar merasakan besarnya dampak absennya sang kapten pada hari Minggu saat mereka terpuruk dalam kekalahan 2-0 yang merugikan dari Athletico-PR di Vila Belmiro. Hasil tersebut membuat klub bersejarah itu terbenam di zona degradasi, sekaligus semakin menegaskan betapa besar ketergantungan mereka pada mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain itu untuk menghadirkan kreativitas di sepertiga akhir lapangan.
Secara total, pemain berusia 34 tahun itu sudah menerima kartu kuning sembilan kali dalam 19 penampilan di semua kompetisi musim ini, angka yang telah melampaui delapan peringatan yang ia terima sepanjang kampanye 2025.
Cuca cepat mengakui bahwa meski timnya menciptakan peluang saat melawan Athletico-PR, mereka tidak memiliki ketajaman yang biasanya diberikan pemain bernomor punggung 10 itu ketika memimpin lini depan.
Cuca menuntut disiplin yang lebih besar
Berbicara kepada media setelah pertandingan, Cuca tidak menyembunyikan rasa frustrasinya terkait seberapa sering pemain bintangnya masuk ke buku catatan wasit. “Ya, kami akan membicarakan soal kartu. Sangat penting baginya untuk tidak absen dalam pertandingan seperti hari ini,” jelas sang pelatih. “Tentu saja, kemampuan penyelesaian akhir kami akan lebih baik, bukan harus dari segi kuantitas, tetapi dari segi kualitas.”
Sang manajer sangat ingin memastikan ia memiliki para pemain terbaiknya yang tersedia untuk fase akhir musim, terutama dengan Santos yang sedang menghadapi pertarungan untuk bertahan. Performa Neymar di lapangan saat ini tetap impresif, dengan catatan delapan gol dan lima assist atas namanya pada 2026, tetapi ketidakmampuannya untuk tetap berada di lapangan mengancam menggagalkan musim klub.
Provokasi dan ketegangan di terowongan
Masalah disiplin tidak hanya terbatas pada peluit wasit, karena Neymar baru-baru ini juga terlibat dalam cekcok panas dengan ofisial lawan setelah kemenangan Copa do Brasil atas Remo. Penyerang itu terekam sedang menari dan berteriak ke staf lawan di terowongan, yang membuat presiden Remo Antonio Carlos Teixeira melancarkan serangan pedas kepada ikon Brasil tersebut.
Teixeira berkata: “Bajingan Neymar itu, yang diidolakan banyak anak-anak, berulah di sini lalu datang untuk memprovokasi kami. Kami bersalah karena mengidolakan sekelompok bajingan seperti orang itu.” Insiden seperti itu menambah sorotan terhadap perilaku Neymar saat ia menjalani apa yang bisa menjadi tahun terakhir dari karier gemilangnya.
Periode penentuan di depan bagi Santos
Santos saat ini masih menunggu lawan mereka untuk perempat final Copa do Brasil, di mana taruhannya akan semakin tinggi. Neymar sudah berada dalam posisi rawan di kompetisi itu, karena tinggal berjarak satu kartu lagi dari larangan bermain berikutnya.
Dengan undian dijadwalkan berlangsung pada Selasa, Cuca tahu ia tidak bisa kehilangan pencetak gol terbanyak kedua timnya untuk laga-laga besar lainnya jika mereka ingin mengamankan trofi dan tetap bertahan di kasta tertinggi.
Pengetatan internal ini muncul di tengah spekulasi yang terus berkembang mengenai masa depan jangka panjang Neymar. Meski laporan mengaitkannya dengan kepindahan ke Inter Miami pada 2027 untuk bereuni dengan Lionel Messi dan Luis Suarez, fokus utamanya saat ini harus tetap tertuju pada Vila Belmiro.
