Ayah Neymar melontarkan permohonan mendesak kepada bintang Brasil itu agar ‘terus bermain sepak bola’ di tengah kekhawatiran akan pensiunnya

Dunia sepak bola seakan terhenti saat Neymar mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional setelah Brasil tersingkir secara mengejutkan dari Piala Dunia 2026. Namun, ayah dari penyerang legendaris tersebut kemudian turun ke media sosial untuk menyampaikan permohonan yang menyentuh hati, memohon kepada putranya agar mempertimbangkan kembali keputusannya untuk gantung sepatu selamanya.

Perpisahan yang memilukan di New Jersey

Neymar telah mengonfirmasi pengunduran dirinya dari tim nasional setelah kekalahan mengejutkan 2-1 dari Norwegia di MetLife Stadium. Pemain berusia 34 tahun itu tampak sangat terpukul di lapangan saat dua gol Erling Haaland membuat Selecao tersingkir di babak 16 besar, menandai kegagalan Brasil di Piala Dunia paling awal sejak 1990. Meskipun mencetak gol penalti di masa tambahan waktu untuk menjadi pemain Brasil pertama yang mencetak 80 gol internasional, Neymar mengakui bahwa waktunya mengenakan seragam kuning legendaris itu telah berakhir.

Penyerang yang tampak tak terhibur di lapangan setelah peluit akhir berbunyi itu, berbicara kepada media di zona campuran dengan suasana muram. “Saya sudah berusaha, saya sudah berusaha. Sekarang semuanya sudah berakhir. Saya memulai di sini; saya mengakhiri di sini,” katanya kepada para wartawan. Pengumuman tersebut menandai akhir dari perjalanan selama 16 tahun yang membawanya meraih gelar Piala Konfederasi 2013 dan memimpin negaranya meraih medali emas Olimpiade pada 2016.

Neymar Sr menyampaikan permohonan yang menyentuh hati

Meskipun sang pemain tampaknya sudah mantap dengan keputusannya untuk mundur dari tim nasional, ayahnya, Neymar Senior, telah angkat bicara secara terbuka untuk mencegah putranya meninggalkan olahraga ini sepenuhnya. Dalam sebuah unggahan yang menyentuh di media sosial, ia mendesak mantan bintang Barcelona dan PSG itu untuk menemukan kekuatan guna melanjutkan kariernya di level klub, sambil menekankan betapa pentingnya sepak bola bagi keluarga mereka.

“Saya ingin mengajukan permintaan sebagai seorang ayah. Ney, tolong teruslah bermain sepak bola,” tulis ayah Neymar. Pesan tersebut muncul di tengah meningkatnya spekulasi mengenai masa depan Neymar di level tertinggi, terutama mengingat masalah kebugaran yang berulang kali dialaminya dan nyaris membuatnya tidak masuk dalam skuad 26 pemain terakhir yang dipilih Carlo Ancelotti untuk turnamen ini. Permohonan tersebut menunjukkan bahwa keluarga sangat ingin melihat sang ikon bernomor punggung 10 ini melanjutkan warisannya di lapangan, meskipun bab karier internasionalnya telah berakhir.

Akhir dari sebuah era

Secara statistik, Neymar meninggalkan panggung internasional sebagai salah satu legenda sepak bola. Dengan 130 penampilan, 80 gol, dan 59 assist, ia mengakhiri kariernya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil, setelah secara gemilang melampaui rekor Pelé. Kontribusinya yang terakhir—sebuah tendangan penalti yang diraih oleh Casemiro dan dieksekusi dengan klinis ke gawang—menjadi pengingat terakhir akan kecemerlangan individu yang telah menjadi ciri khas sepak bola Brasil selama lebih dari satu dekade.

Namun, kekalahan dari Norwegia juga menandai berakhirnya era yang sulit bagi juara dunia lima kali tersebut. Kekalahan ini menandai kekalahan ketujuh berturut-turut di babak gugur melawan lawan dari Eropa bagi Selecao. Terlepas dari berbagai penghargaan individu, trofi Piala Dunia yang sulit diraih tetap berada di luar jangkauan Neymar, yang memikul beban harapan seluruh bangsa selama empat siklus turnamen yang berbeda.

Ancelotti dan perjalanan ke depan

Pelatih kepala Brasil, Ancelotti, kini dihadapkan pada tugas berat untuk membangun kembali tim tanpa sosok kreatif paling berpengaruh. Setelah baru-baru ini memperpanjang kontraknya untuk memimpin tim nasional hingga tahun 2030, pelatih asal Italia ini harus mencari penerus untuk posisi nomor 10. Kegagalan dini di Amerika Serikat telah mempercepat kebutuhan akan transisi, seiring upaya CBF untuk mengakhiri penantian panjang mereka akan bintang keenam.

Bagi Neymar, fokusnya kini beralih pada apakah ia akan mengikuti nasihat ayahnya dan terus menghibur para penggemar di level klub. Meskipun karier internasionalnya berakhir dengan air mata, komunitas sepak bola global tetap berharap bahwa Neymar masih memiliki satu penampilan terakhir yang tersisa dalam kariernya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *