Rafael Márquez secara resmi menjadi pelatih kepala baru Meksiko. Mantan bek yang pernah membela FC Barcelona ini mengambil alih tongkat estafet dari Javier Aguirre, yang sesuai rencana telah mengundurkan diri dari jabatannya setelah Piala Dunia.
Federasi Sepak Bola Meksiko meluncurkan rencana olahraga jangka panjang pada Agustus 2024: ‘Proyecto Deportivo 2030.’ Márquez ditunjuk sebagai salah satu asisten Aguirre dan, kini setelah Piala Dunia berakhir, secara definitif dan sesuai rencana menjadi pelatih kepala baru.
Meksiko baru-baru ini tersingkir di babak 16 besar melawan Inggris (2-3) setelah penampilan yang cukup baik di Piala Dunia yang diselenggarakan di negaranya sendiri. El Tri kini mengarahkan fokusnya ke Piala Dunia 2030, di mana mereka harus mencapai performa puncak.
Márquez dikenal sebagai salah satu pesepakbola Meksiko paling terkenal dan sukses sepanjang masa. Hal ini telah memberinya kepercayaan besar dari Asosiasi Sepak Bola Meksiko sejak bertahun-tahun lalu, yang mengikuti perkembangannya dengan sangat antusias.
Pada musim 2020/21, Márquez memulai kariernya di tim U-16 Real Sociedad, di mana ia memperoleh lisensi UEFA Pro. Kinerjanya di sana begitu memuaskan sehingga FC Barcelona menunjuknya sebagai pelatih tim cadangan.
Pada musim 2022/23, ia langsung membuat kesan yang mendalam dengan 16 kemenangan, 13 hasil imbang, dan 9 kekalahan: hasil yang cukup bagi para pemain muda Barça untuk finis di peringkat keempat dan lolos ke babak play-off untuk promosi.
Pada musim 2023/24, Márquez melangkah lebih jauh. Timnya finis di posisi ketiga dengan catatan 21 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 10 kekalahan. Dengan pencapaian tersebut, ia menonjol sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Barcelona.
Ia juga berhasil meyakinkan Federasi Sepak Bola Meksiko sepenuhnya akan potensinya. Hal ini membawanya pada penunjukan resmi sebagai asisten pelatih tim nasional di bawah Aguirre pada tahun 2024. Kini, Márquez yang berusia 47 tahun bersiap menghadapi tugas terbesar dalam kariernya, dengan tujuan utama lolos ke Piala Dunia 2030.
