Rafael van der Vaart Bela Mati-matian Kylian Mbappé: “97 Juta Orang Harus Malu!”

Van der Vaart: “97 Juta Orang Harus Malu Pernah Meragukan Mbappé”

Mantan gelandang Belanda, Rafael van der Vaart, memberikan pembelaan keras terhadap Kylian Mbappé setelah penyerang Prancis itu tampil gemilang saat mengalahkan Maroko 2-0 di perempat final Piala Dunia 2026.

Meski sempat gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama, Mbappé bangkit dengan mencetak satu gol dan satu assist untuk Ousmane Dembélé, membawa Les Bleus melaju ke semifinal.

Penampilan tersebut membuat Van der Vaart melontarkan kritik tajam kepada jutaan orang yang sebelumnya meragukan kualitas sang penyerang.

“Orang-orang itu harus benar-benar malu!” tegas Van der Vaart.

Mbappé Bangkit Setelah Gagal Penalti

Laga melawan Maroko tidak diawali dengan sempurna bagi Mbappé. Penyerang Prancis itu gagal memanfaatkan hadiah penalti setelah tendangannya berhasil dihentikan kiper Yassine Bounou.

Namun, pemain berusia 27 tahun itu menunjukkan mental juara.

Pada babak kedua, Mbappé membungkam kritik dengan mencetak gol spektakuler dari dalam kotak penalti sebelum memberikan assist kepada Ousmane Dembélé untuk memastikan kemenangan 2-0 Prancis.

Kontribusi tersebut kembali menegaskan perannya sebagai pemain paling berpengaruh bagi Les Bleus sepanjang turnamen.

Van der Vaart Sindir Para Pengkritik Mbappé

Dalam diskusi pascapertandingan di televisi Belanda, Van der Vaart menyoroti banyaknya kritik yang sempat diterima Mbappé, termasuk munculnya petisi yang disebut telah ditandatangani sekitar 97 juta orang untuk meminta sang pemain meninggalkan Real Madrid.

Menanggapi hal tersebut, Van der Vaart tidak menyembunyikan kekesalannya.

“Orang-orang itu harus benar-benar malu. Mereka seharusnya menyingkirkan pemain lain, bukan Mbappé. Dia memang yang terbaik,” ujar mantan pemain Real Madrid itu.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu komentar paling menyita perhatian setelah kemenangan Prancis atas Maroko.

Dijagokan Raih Ballon d’Or

Performa impresif Mbappé juga membuat para analis di studio televisi Belanda kompak menjagokannya sebagai kandidat terkuat peraih Ballon d’Or apabila Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia 2026.

Mantan striker Belanda, Wim Kieft, menilai kualitas penyelesaian akhir Mbappé berada di level yang sangat istimewa.

“Dia sudah berkali-kali mencetak gol seperti itu dari ruang yang sangat sempit. Itu luar biasa dan sangat jarang dimiliki pemain lain,” kata Kieft.

Van der Vaart pun langsung mengiyakan ketika ditanya apakah Mbappé layak memenangkan Ballon d’Or jika membawa Prancis menjadi juara dunia.

Statistik Mbappé Semakin Mengesankan

Gol ke gawang Maroko membuat koleksi gol Mbappé di Piala Dunia 2026 bertambah menjadi delapan.

Secara keseluruhan, ia kini telah mencetak 20 gol di ajang Piala Dunia, semakin mendekati catatan Lionel Messi yang masih berada di atasnya dalam daftar pencetak gol terbanyak di turnamen tersebut.

Produktivitas tersebut semakin memperkuat status Mbappé sebagai salah satu pemain paling menentukan di Piala Dunia edisi kali ini.

Tetap Ada Kritik untuk Mbappé

Meski memberikan pujian besar, Van der Vaart mengakui penampilan Mbappé belum sepenuhnya sempurna.

Menurutnya, sang penyerang masih menyia-nyiakan beberapa peluang selama pertandingan, termasuk kegagalan dari titik penalti.

“Sebenarnya dia bermain tidak terlalu baik hari ini. Beberapa peluang terbuang, tetapi dia tetap mencetak gol spektakuler. Itulah bedanya pemain kelas dunia,” ujar Van der Vaart.

Ia bahkan menambahkan komentar bernada bercanda mengenai kecepatan Mbappé.

“Saya rasa saat berusia 41 tahun nanti, kalau dia masih bermain, dia tetap akan secepat sekarang.”

Mbappé Jadi Harapan Terbesar Prancis

Dengan performa yang terus meningkat, Kylian Mbappé kini menjadi tumpuan utama Prancis dalam upaya mempertahankan gelar Piala Dunia.

Gol dan assist melawan Maroko menunjukkan bahwa sang penyerang mampu bangkit dari tekanan dan menjawab kritik dengan penampilan di lapangan.

Jika mampu mempertahankan performa tersebut hingga akhir turnamen, peluang Mbappé membawa Prancis menjadi juara sekaligus meraih Ballon d’Or akan semakin terbuka lebar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *