Peringatan dalam bahasa Inggris
Jordan Pickford, kiper timnas Inggris, menegaskan bahwa menghadapi Lionel Messi di semifinal Piala Dunia 2026 akan menjadi momen istimewa baginya, sambil menekankan bahwa timnas Argentina tidak hanya bergantung pada kaptennya saja, melainkan memiliki tim yang kuat dan kompak.
Menurut surat kabar Spanyol “Marca”, Pickford berbicara kepada media dua hari sebelum pertandingan penentu antara Inggris dan Argentina di semifinal Piala Dunia, dan membahas kekuatan lawan, termasuk Lionel Messi dan Emiliano Martínez, serta kontroversi yang menyertai pertandingan tersebut dan kemungkinan dilakukannya adu penalti.
Bekford mengatakan tentang lawan: “Akan luar biasa bisa mengalahkan Messi untuk pertama kalinya, tapi ini tentang tim secara keseluruhan, bukan hanya Messi. Mereka adalah tim besar.”
Ia menambahkan mengenai kontroversi seputar pertandingan tersebut: “Ini hanyalah pertandingan sepak bola, dan saya harap para penggemar dapat menikmatinya dengan antusias.”
Ia juga berbicara tentang Emiliano Martínez dengan mengatakan: “Saya ingat Martínez sejak masa-masanya bersama Arsenal, dia adalah kiper yang luar biasa.”
Mengenai Messi, ia berkata: “Kita tidak bisa hanya fokus pada Leo, tapi dia telah mencetak banyak gol sepanjang kariernya yang luar biasa, dan akan menjadi pengalaman istimewa bagi saya untuk berhadapan dengannya setelah saya mengaguminya sejak kecil.”
Ia melanjutkan pembicaraannya mengenai kualitas kapten Argentina tersebut: “Kita semua tahu seberapa hebat Messi, tetapi kita juga tahu seberapa kuat timnas Argentina sebagai sebuah tim. Kita tidak bisa hanya fokus pada Messi saja, melainkan harus waspada terhadap kekuatan mereka yang lain, dan mencoba memanfaatkan setiap kelemahan yang mungkin kita temukan.”
Dia menutup pembicaraannya mengenai kemungkinan Messi mengambil tendangan penalti melawan dirinya, dengan mengatakan: “Jika ada penalti yang diberikan, saya tidak berpikir Messi akan terpengaruh oleh kegagalannya mencetak dua penalti di turnamen ini melawan Mesir dan Austria, karena tidak ada yang memiliki tingkat keberhasilan 100%.”
