Setelah beberapa hari yang diliputi kecemasan dan ketakutan, datang kabar duka atas meninggalnya legenda sepak bola Italia Franco Baresi di usia 66 tahun, di Rumah Sakit Humanitas, Kota Rozzano.

Surat kabar AS menyebutkan bahwa Baresi, wakil presiden kehormatan Milan, berjuang melawan penyakit selama satu tahun, yang bermula dari pengangkatan nodul paru yang secara bertahap menjauhkannya dari penampilan publik.

Penampilan terakhir sang legenda Milan terjadi pada Februari lalu, ketika ia membawa obor Olimpiade ke Stadion San Siro bersama Giuseppe Bergomi, dalam rangka Olimpiade Musim Dingin.

Milan, satu-satunya klub yang dibelanya sepanjang kariernya, menjadi pihak pertama yang mengumumkan kabar duka tersebut, melalui pesan yang mengharukan berbunyi: “Seluruh sejarah klub Milan berduka atas meninggalnya Franco Baresi. Teladan dan integritasnya akan terukir selamanya dalam DNA klub, sebagaimana kaus legendarisnya bernomor 6 akan tetap abadi.”

Pernyataan itu melanjutkan: “Keluarga Milan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Baresi pada momen yang berat ini, perasaan yang turut dirasakan seluruh pencinta Rossoneri yang menganggap kehilangan ini sebagai kehilangan pribadi mereka.”

Kehilangan Baresi tidak hanya dirasakan oleh Milan semata, tetapi juga meluas ke seluruh dunia sepak bola, karena ia dianggap sebagai salah satu bek terhebat dalam sejarah. Statusnya sebagai kapten Milan dan tim nasional Italia melampaui batas negaranya, dan ia menjadi simbol abadi dalam olahraga ini.

Setelah pensiun pada tahun 1997, Milan memutuskan untuk memensiunkan kaus nomor 6 sebagai penghormatan kepadanya, setelah namanya melekat pada nomor tersebut selama tahun-tahun kejayaan yang menyaksikannya meraih tiga gelar Liga Champions Eropa (1989, 1990, dan 1994), di samping dua gelar Piala Interkontinental.

Bersama tim nasional Italia, Baresi meraih gelar Piala Dunia di Spanyol pada tahun 1982, dan hingga hari ini masih menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah yang meraih peringkat pertama, kedua, dan ketiga di Piala Dunia; ia meraih gelar pada 1982, finis ketiga di Piala Dunia Italia 1990, lalu runner-up di Amerika Serikat pada tahun 1994.

Adapun catatan prestasinya tetap menjadi saksi atas kebesarannya; ia menjalani 719 pertandingan dengan kaus Milan dan 81 pertandingan internasional bersama Italia, meraih enam gelar Serie A, empat gelar Piala Super Italia, tiga gelar Liga Champions Eropa, dua gelar Piala Super Eropa, dan dua gelar Piala Interkontinental, sebelum gelar Piala Dunia 1982 menjadi mahkota bagi karier yang luar biasa.

Baresi menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama Milan selama 20 tahun, antara tahun 1977 dan 1997, sehingga kaus nomor 6 menjadi bagian dari identitasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *