Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) secara resmi telah meluncurkan penyelidikan disipliner terhadap Barcelona menyusul keluhan resmi dari Atletico Madrid. Klub ibu kota itu menuduh raksasa Catalan tersebut secara ilegal mendekati penyerang bintang Julian Alvarez di luar ketentuan jendela transfer yang diizinkan untuk mengamankan tanda tangannya.
Ketegangan meningkat antara rival domestik
Ketegangan antara dua raksasa La Liga itu meningkat signifikan terkait penyerang asal Argentina tersebut. CEO Atletico, Miguel Angel Gil Marin, sebelumnya memperingatkan bahwa klub akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi kepentingan mereka dari pendekatan ilegal apa pun. Meski penyelidikan akan segera dilakukan, Barcelona tetap bertekad mengamankan target utama mereka di lini serang. Presiden klub Joan Laporta secara terbuka mengakui pada 13 Juli bahwa tawaran resmi untuk sang penyerang sudah berada di meja di Madrid.
Namun, Atletico tetap bersikap tegas dan terus sepenuhnya menolak negosiasi apa pun terkait potensi transfer tersebut. Penolakan keras kepala ini telah mengubah saga itu menjadi salah satu pertarungan transfer paling kontroversial pada musim panas ini.
Alvarez menuntut tantangan baru
Sementara dua raksasa Spanyol itu bentrok di ruang rapat, niat sang pemain tetap menjadi faktor utama. Alvarez secara terbuka mengungkapkan keinginannya untuk meninggalkan Metropolitano dan mencari tantangan baru dalam Piala Dunia baru-baru ini. Penyerang Argentina itu tetap menjadi prioritas mutlak Barcelona untuk memperkuat lini depan mereka menjelang musim mendatang.
Namun, sengketa hukum yang sedang berlangsung dan sikap Atletico yang tidak mau berkompromi telah sangat mempersulit operasi ini. Barcelona memandang pemberitahuan RFEF sebagai langkah wajib standar dalam situasi seperti ini. Kepemimpinan Laporta kini sedang menyiapkan pembelaan hukum mereka sambil secara bersamaan berusaha memaksakan terobosan dalam negosiasi yang mandek.
Kembalinya yang krusial untuk pramusim musim panas
Momen penentu dalam saga transfer ini semakin dekat ketika Atletico memulai persiapan pramusim mereka. Alvarez secara resmi dijadwalkan kembali bertugas pada 10 Agustus. Kepulangannya yang sudah di depan mata ke ibu kota Spanyol akan memaksa sang penyerang untuk menjelaskan posisinya saat ini secara langsung kepada petinggi klub. Pertemuan yang akan datang ini berpotensi memecahkan kebuntuan saat ini antara dua klub rival tersebut.
Sementara itu, Barcelona enggan membiarkan operasi ini berlarut-larut tanpa batas waktu. Meski Alvarez tetap menjadi rekrutan impian utama mereka, klub Catalan itu juga aktif menggarap target-target penyerang alternatif jika kesepakatan ini benar-benar gagal terwujud.
