Argentina Lolos Dramatis ke Perempat Final Usai Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol
Timnas Argentina memastikan tempat di perempat final Piala Dunia 2026 setelah mencatat kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar, Selasa malam, di Stadion Atalanta.
Sempat tertinggal dua gol hingga memasuki 20 menit terakhir pertandingan, skuad Lionel Scaloni menunjukkan mental juara dengan mencetak tiga gol balasan melalui Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernández.
Hasil ini membawa La Albiceleste melangkah ke babak delapan besar, di mana mereka akan menghadapi pemenang pertandingan Swiss kontra Kolombia.
Mesir Kejutkan Argentina Lewat Gol Cepat Yasser Ibrahim
Pertandingan diawali dengan dominasi penguasaan bola dari Argentina. Namun, justru Mesir yang lebih efektif memanfaatkan peluang.
Pada menit ke-15, Yasser Ibrahim membawa Tim Firaun unggul melalui sundulan keras setelah menyambut umpan silang akurat dari Marwan Attia. Gol tersebut membuat Argentina tersentak dan dipaksa mengejar ketertinggalan sejak awal laga.
Shubair Jadi Tembok Kokoh, Gagalkan Penalti Messi
Argentina memiliki kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-21 setelah mendapat hadiah penalti.
Lionel Messi maju sebagai eksekutor, tetapi kiper Mesir, Mustafa Shubair, tampil sebagai pahlawan dengan menepis tendangan sang kapten Argentina.
Tak berhenti di situ, Shubair kembali melakukan dua penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang Alexis Mac Allister dan Julián Álvarez, membuat Mesir mempertahankan keunggulan 1-0 hingga turun minum.
Gol Zico Sempat Dianulir, Lalu Antar Mesir Unggul 2-0
Argentina langsung mengambil inisiatif menyerang pada awal babak kedua, tetapi justru Mesir kembali mengancam lewat serangan balik cepat.
Mustafa Zico sebenarnya sempat mencetak gol pada menit ke-58. Namun, wasit François Letexier menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR menunjukkan adanya pelanggaran dalam proses serangan.
Zico akhirnya benar-benar mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-67. Berawal dari serangan balik yang dipimpin Mohamed Salah, Haitham Hassan mengirimkan umpan matang yang diselesaikan Zico dengan satu sentuhan untuk membawa Mesir unggul 2-0.
Saat itu, Mesir tampak berada di ambang salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Kebangkitan Luar Biasa Argentina
Tertinggal dua gol memaksa Argentina bermain habis-habisan.
Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-79 ketika Cristian Romero memperkecil ketertinggalan lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Lionel Messi.
Gol tersebut membangkitkan semangat Argentina.
Hanya lima menit berselang, Messi akhirnya menebus kegagalannya dari titik penalti. Sang kapten mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan keras dari dalam kotak penalti setelah memanfaatkan bola liar hasil serangan yang ia bangun sendiri.
Skor berubah menjadi 2-2 dan pertandingan memasuki menit-menit paling menegangkan.
Enzo Fernández Jadi Penentu di Injury Time
Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Argentina justru berhasil menyelesaikan comeback mereka.
Pada menit 90+2, Enzo Fernández muncul di kotak penalti untuk menyundul bola hasil skema serangan cepat Argentina.
Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis 3-2 sekaligus mengakhiri perjuangan heroik Mesir di Piala Dunia 2026.
Mesir Gagal Pertahankan Keunggulan
Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi Mesir. Sempat unggul dua gol dan mendapat performa luar biasa dari Mustafa Shubair, mereka gagal mempertahankan konsentrasi ketika Argentina meningkatkan intensitas serangan pada 15 menit terakhir.
Tim Firaun harus mengubur impian melangkah ke perempat final, sementara Argentina kembali menunjukkan karakter sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Argentina Tantang Pemenang Swiss vs Kolombia
Dengan kemenangan ini, Argentina melaju ke babak perempat final dan akan menghadapi pemenang laga Swiss melawan Kolombia.
Keberhasilan bangkit dari ketertinggalan dua gol menjadi suntikan moral besar bagi Lionel Messi dan rekan-rekannya dalam upaya mempertahankan mimpi meraih gelar Piala Dunia 2026.
Comeback dramatis ini sekaligus menjadi salah satu pertandingan paling berkesan di fase gugur turnamen, memperlihatkan mental juara Argentina yang tidak menyerah hingga peluit akhir berbunyi.
