Brigadir Jenderal memimpin tim Mesir meraih prestasi bersejarah di Piala Dunia
Hani Abu Rida, Ketua Federasi Sepak Bola Mesir, mengumumkan nasib Hossam Hassan, pelatih tim nasional Mesir, setelah prestasi yang diraih tim tersebut di Piala Dunia 2026.
Asosiasi Sepak Bola Mesir, dalam pernyataan yang diunggah di laman Facebook-nya pada hari Rabu ini, menyebutkan bahwa Abu Rida menegaskan persetujuan dewan direksi untuk memperpanjang kontrak Hossam Hassan dan saudaranya, Ibrahim, yang menjabat sebagai manajer tim nasional.
Ia menambahkan bahwa Dewan Pengurus Federasi akan menyelesaikan prosedur perpanjangan kontrak tersebut dalam rapat berikutnya, setelah kembali ke Mesir, sementara rincian kontrak baru tersebut belum diungkapkan.
Keputusan Federasi Sepak Bola Mesir ini muncul beberapa jam setelah timnas Mesir tersingkir dari babak 16 besar Piala Dunia 2026 oleh Argentina, sang juara bertahan, setelah pertandingan sengit yang diwarnai berbagai insiden menarik.
Timnas Mesir nyaris menciptakan kejutan dengan mengalahkan “El Tango” setelah unggul 2-0 hingga seperempat jam terakhir pertandingan, sebelum kebobolan 3 gol, di tengah kontroversi wasit yang besar (2-3).
Meskipun demikian, timnas Mesir mencatatkan prestasi bersejarah dengan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya, serta meraih kemenangan pertamanya saat mengalahkan Selandia Baru 3-1 di babak penyisihan grup.
Rombongan timnas Mesir dijadwalkan kembali dari Amerika Serikat lusa, Jumat.
Hossam Hassan, yang berusia 59 tahun, mengambil alih kepemimpinan timnas Mesir pada Februari 2024, dan memimpinnya dalam 35 pertandingan, baik resmi maupun persahabatan.
“Al-Amid” berhasil membawa timnas Mesir lolos ke Piala Dunia 2026 dan Piala Afrika 2025, serta membawa tim tersebut mencapai babak 16 besar Piala Dunia dan semifinal turnamen kontinental.
