n Keseimbangan
Luciano Spalletti tidak menutupi kekecewaannya setelah pertandingan.
Pelatih Juventus tersebut menilai timnya sebenarnya menciptakan peluang untuk membalikkan keadaan, tetapi kehilangan keseimbangan karena terlalu bernafsu mengejar kemenangan.
Masalah tersebut menjadi salah satu hal yang harus segera diperbaiki Juventus.
Setelah tampil cukup solid dalam tiga pertandingan pertama, Juventus kini kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan. Kekalahan tersebut juga menunjukkan bahwa ketika struktur pertahanan mulai terbuka, Bianconeri dapat dihukum oleh lawan.
Spalletti kini harus memastikan masalah tersebut tidak terbawa ke kompetisi Eropa.
Kekalahan Datang di Waktu yang Tidak Tepat
Yang membuat kekalahan ini semakin menarik perhatian adalah waktunya.
Juventus hanya memiliki waktu beberapa hari untuk memulihkan kondisi sebelum menghadapi NEC Nijmegen di Allianz Stadium pada 17 September.
Sebelum pertandingan melawan Sassuolo, Juventus mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan Serie A. Mereka menang atas Frosinone dan Parma, kemudian bermain imbang 1-1 melawan AC Milan.
Kekalahan dari Sassuolo membuat catatan mereka berubah menjadi dua kemenangan, satu imbang dan satu kekalahan.
Bagi NEC, kondisi ini tentu menjadi bahan evaluasi penting sebelum datang ke Turin.
NEC Nijmegen Bisa Datang dengan Kepercayaan Diri
NEC Nijmegen sendiri juga tidak datang dengan situasi yang sepenuhnya ideal.
Mereka sebelumnya gagal melangkah ke fase liga Liga Champions setelah kalah agregat dari Bodø/Glimt dan akhirnya harus melanjutkan perjalanan Eropa melalui Liga Europa.
Namun, NEC kini memiliki kesempatan menghadapi Juventus dalam pertandingan besar di Allianz Stadium.
Secara psikologis, kekalahan Juventus dari Sassuolo dapat memberikan sedikit keuntungan bagi NEC.
Bukan berarti Juventus otomatis menjadi lawan yang mudah. Bianconeri tetap memiliki kualitas skuad dan pengalaman yang jauh lebih besar.
Tetapi NEC sekarang memiliki gambaran bahwa pertahanan Juventus bisa ditembus ketika permainan mereka kehilangan keseimbangan.
Juventus Harus Segera Bangkit
Bagi Juventus, pertandingan melawan NEC akan menjadi kesempatan untuk memberikan respons.
Kekalahan dari Sassuolo memang menyakitkan karena terjadi setelah mereka sempat membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Namun, pertandingan Liga Europa menawarkan kesempatan berbeda.
Bermain di Allianz Stadium, Juventus tentu akan menjadi favorit. Mereka juga memiliki waktu untuk melakukan evaluasi terhadap kesalahan yang terjadi di MAPEI Stadium.
Spalletti terutama harus memastikan lini belakang kembali disiplin. Juventus tidak boleh mengulangi situasi ketika mereka terlalu agresif mengejar gol hingga meninggalkan ruang yang bisa dieksploitasi lawan.
Duel Juventus vs NEC Bisa Menjadi Ujian Mental
Pertandingan melawan NEC bukan hanya soal kualitas teknis.
Bagi Juventus, laga tersebut juga menjadi ujian mental setelah mengalami kekalahan dramatis.
Mereka harus membuktikan bahwa kekalahan dari Sassuolo hanyalah sebuah kecelakaan dan bukan tanda awal penurunan performa.
Sebaliknya, NEC bisa memanfaatkan situasi tersebut dengan bermain berani sejak awal.
Juventus memang tetap memiliki keunggulan dari sisi pengalaman, kualitas pemain dan keuntungan bermain di kandang. Namun, NEC memiliki alasan untuk percaya bahwa mereka dapat memberikan perlawanan.
Terlebih lagi, pertandingan ini menjadi pembuka perjalanan kedua tim di fase liga Liga Europa.
Kekalahan Juventus Membuka Cerita Baru
Juventus seharusnya datang menghadapi NEC dengan status tim yang belum terkalahkan di Serie A.
Kini ceritanya berbeda.
Kekalahan 2-3 dari Sassuolo membuat Bianconeri datang ke pertandingan Eropa dengan luka yang masih segar. Mereka harus segera mengembalikan kepercayaan diri sebelum menghadapi NEC Nijmegen.
Sementara itu, NEC tentu akan melihat pertandingan tersebut sebagai peluang besar untuk membuat kejutan.
Satu hal yang pasti, duel Juventus vs NEC di Allianz Stadium akan menjadi pertandingan menarik. Juventus ingin menjadikan Liga Europa sebagai panggung untuk bangkit, sedangkan NEC memiliki kesempatan memanfaatkan momentum ketika calon lawannya baru saja mengalami kekalahan menyakitkan.
Pertandingan pada 17 September nanti pun berpotensi menjadi ujian pertama bagi Juventus setelah mereka kehilangan momentum di Serie A.
