Frenkie de Jong kembali menjadi bahan perbincangan di Belanda setelah mendapat kritik dari mantan penyerang tim nasional Belanda, Wim Kieft. Menjelang laga penting Oranje di Piala Dunia 2026, Kieft menilai gelandang Barcelona tersebut masih memiliki kelemahan yang perlu diperbaiki agar bisa memberikan dampak lebih besar bagi tim.
Dalam kolomnya di media Belanda, De Telegraaf, Kieft mengaku heran melihat bagaimana banyak pelatih selalu memberikan penilaian positif terhadap De Jong dan seolah menempatkannya di atas kritik. Menurutnya, publik berhak membahas performa pemain mana pun, termasuk sosok yang selama ini dianggap sebagai salah satu pemain paling penting di tim nasional Belanda.
Kieft tidak meragukan kualitas teknik maupun kecerdasan bermain yang dimiliki De Jong. Gelandang berusia 28 tahun itu dikenal memiliki kemampuan mengontrol tempo permainan, menjaga penguasaan bola, serta keluar dari tekanan lawan dengan sangat baik. Namun, menurut Kieft, ada satu aspek yang masih kurang terlihat dalam permainannya.
Mantan striker Oranje tersebut menilai De Jong terlalu sering mempertahankan bola dan kurang cepat dalam mendistribusikannya ke area berbahaya. Ia berharap sang gelandang lebih berani mengirim umpan-umpan panjang atau umpan vertikal yang bisa langsung membuka pertahanan lawan.
“Pada akhirnya, tugas utama seorang gelandang adalah mengoper bola dan menciptakan peluang. Dalam kasus De Jong, saya ingin melihat dia melakukannya lebih cepat,” ujar Kieft.
Kritik tersebut muncul karena De Jong selama ini sering dipuji atas kemampuannya membaca permainan atau melakukan “scanning” sebelum menerima bola. Namun bagi Kieft, kemampuan itu harus menghasilkan keputusan yang lebih efektif di lapangan, terutama ketika Belanda membutuhkan kreativitas untuk membongkar pertahanan lawan.
Meski demikian, De Jong tetap menjadi salah satu pemain yang paling dipercaya oleh pelatih Ronald Koeman. Sejak kembali menangani tim nasional Belanda, Koeman selalu menjadikan mantan pemain Ajax itu sebagai pusat permainan di lini tengah. Pengalamannya di level klub maupun internasional membuat perannya sulit tergantikan.
Di sisi lain, banyak pengamat menilai kritik Kieft memiliki dasar yang cukup kuat. Dalam beberapa pertandingan, De Jong memang lebih sering berperan sebagai pengatur tempo dibandingkan pencipta peluang langsung. Akibatnya, permainan Belanda terkadang terlihat lambat ketika menghadapi tim yang bermain bertahan.
Menjelang pertandingan berikutnya di Piala Dunia 2026, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana respons De Jong di atas lapangan. Jika mampu tampil lebih agresif dan menghasilkan umpan-umpan yang memanjakan para penyerang, kritik yang diarahkan kepadanya bisa saja langsung terjawab.
Terlepas dari berbagai perdebatan yang muncul, Frenkie de Jong tetap menjadi salah satu pemain kunci dalam ambisi Belanda untuk melangkah jauh di turnamen ini. Namun seperti yang disampaikan Kieft, pemain kelas dunia tidak hanya dituntut mampu menguasai bola, tetapi juga harus bisa membuat perbedaan melalui keputusan dan distribusi bola yang lebih efektif.
Dengan kualitas yang dimilikinya, De Jong memiliki kesempatan besar untuk membuktikan bahwa dirinya bukan hanya pengatur ritme permainan, melainkan juga sosok yang mampu menjadi pembeda ketika Oranje membutuhkannya.
