Cedera yang parah

Ronald Koeman, pelatih tim nasional Belanda, menyatakan adanya keraguan mengenai kesiapan fisik gelandang Frenkie de Jong menjelang pertandingan yang dinantikan melawan Swedia pada hari Sabtu dalam rangka Grup 6.

Timnas Belanda memang sudah harus bermain tanpa bek Quinten Timmer dalam pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Houston tersebut, setelah ia mengalami gegar otak saat latihan akibat benturan tak disengaja dengan rekan setimnya, Teun Koopmeiners.

“Terjadi benturan yang menyebabkan Quinten mengalami gegar otak ringan, sehingga ia tidak akan bermain dalam pertandingan ini,” kata Koeman dalam konferensi pers yang diadakan Jumat kemarin menjelang pertandingan. “Mungkin ia sudah siap setelah pertandingan ini.”

Pelatih asal Belanda itu menambahkan: “Namun, Frenkie juga mengalami keluhan ringan terkait kondisi fisiknya. Dia telah berlatih bersama pemain lain, tapi mari kita lihat bagaimana kondisinya besok. Situasinya belum jelas, dan masih ada tanda tanya. Saya tidak yakin, dan saya tidak tahu. Cedera yang dialaminya berada di bagian bawah perut.”

Timnas Belanda bertekad meraih kemenangan untuk mengembalikan performa mereka di Grup F ke jalur yang benar, setelah bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada pertandingan pembuka.

Koeman mengungkapkan detail percakapan yang terjadi antara dirinya dan De Jong mengenai aspek-aspek yang bisa ditingkatkan jika ia bisa bermain melawan Swedia, yang memuncaki grup setelah menang telak 5-1 atas Tunisia.

Koman mengatakan terkait hal ini: “Saya berbicara dengan Frenkie setelah pertandingan dan saya rasa dia melakukan banyak hal dengan benar.”

Pelatih asal Belanda itu melanjutkan: “Dari segi taktik, dia adalah pemain yang sangat cerdas. Saya juga membahas dengan Frenkie bahwa ketika kami berada dalam situasi menyerang, dia perlu bergerak lebih ke depan.”

Koman menyimpulkan: “Terkadang dia terlalu tertinggal di lapangan, dan terkadang dia mampu bergerak ke depan karena dia benar-benar cepat. Inilah aspek yang menurut saya masih bisa ditingkatkan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk tim. Namun, mengatakan (dia harus dicoret) akan menjadi pernyataan yang benar-benar berlebihan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *