Dia mengakui adanya kekurangan dalam timnya

Marquinhos, bek Brasil, tidak menyembunyikan kekecewaannya yang mendalam setelah timnya tersingkir dari babak 16 besar Piala Dunia oleh Norwegia dengan skor 2-1. Kapten Seleção itu memberikan penilaian tajam terhadap kelemahan timnya.

Saat peluit akhir dibunyikan, Marquinhos tidak berusaha mengelak dari tanggung jawabnya, dan pidatonya menjadi bukti nyata betapa besar kekecewaan yang menyelimuti ruang ganti timnas Brasil.

Kapten Paris Saint-Germain ini secara jujur mengakui kekurangan timnya, sekaligus menegaskan peran kepemimpinannya.

Dalam pernyataan yang dilansir situs “Foot Mercato”, ia mengatakan: “Ini sungguh tak terbayangkan. Sangat sulit untuk membicarakannya. Kita harus menerima kegagalan ini dan mengkritik diri sendiri. Berdasarkan pengalaman kita, kita tahu bahwa pertandingan-pertandingan seperti ini sangat sulit. Setiap bola sangat menentukan.”

Ia melanjutkan: “Tim nasional Norwegia memanfaatkan peluangnya dengan sangat baik. Kami menyia-nyiakan peluang yang kami miliki. Kami memiliki banyak peluang. Di Piala Dunia, tim yang paling sedikit melakukan kesalahanlah yang lolos ke babak berikutnya. Kami harus bertanggung jawab. Saya adalah kapten dan salah satu pemain paling berpengalaman. Kita harus mengakui kesalahan ini. Tim dan pemain di masa depan harus mempertimbangkan hal ini. Kita harus bersabar terhadap para pemain muda.”

Dia menambahkan: “Kita tidak bisa berpartisipasi di Piala Dunia jika terus mengalami hasil seperti ini.”

Bek asal Brasil ini tidak hanya berhenti pada penilaian awal yang keras ini, tetapi juga menekankan perlunya memulai hampir dari nol untuk mencegah terulangnya skenario ini di Piala Dunia mendatang.

Ia berkata: “Kami telah berupaya keras, namun melakukan kesalahan di momen-momen yang seharusnya kami manfaatkan dengan menentukan. Sepak bola saat ini sangat seimbang, dan kami harus belajar dari kesalahan serta mengambil hikmah darinya. Terima kasih kepada semua yang hadir menonton pertandingan dan mendukung kami. Saya berharap para penonton terus mendukung para pemain untuk generasi mendatang. Di depan kami ada empat tahun kerja keras untuk mempersiapkan Piala Dunia berikutnya… Hari ini, babak baru dimulai.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *