Barcelona bergerak untuk melindungi gelombang terbaru lulusan akademi mereka setelah serangkaian terobosan sensasional ke tim utama. Raksasa Catalan itu telah memulai negosiasi untuk secara signifikan meningkatkan syarat kontrak Hamza Abdelkarim, Xavi Espart, dan Brian Farinas guna menangkal calon peminat.
Setelah aktivitas panik pada bursa transfer musim panas kini menjadi kenangan, direktur olahraga Barcelona Deco dan tim teknisnya tidak membuang waktu untuk mengalihkan fokus mereka ke urusan internal. Tujuannya jelas: klub harus memperbarui kontrak para pemain muda paling menjanjikan yang telah bertransisi dari level akademi ke skuad senior asuhan Hansi Flick. Kesepakatan saat ini untuk para pemain tersebut dianggap sudah usang, karena awalnya ditandatangani saat mereka masih berada di tim muda atau tim cadangan.
Menurut SPORT, jajaran di Ciutat Esportiva Joan Gamper bertekad menghindari segala kemungkinan kehilangan talenta terbaik mereka akibat klausul pelepasan yang masih terjangkau. Negosiasi dengan perwakilan Abdelkarim, Espart, dan Farinas dimulai sekitar dua pekan lalu, dan ada optimisme bersama bahwa solusi cepat bisa tercapai.
Barcelona berharap semua dokumen sudah ditandatangani dan dirampungkan pada akhir bulan ini, memastikan ketiganya tetap menjadi bagian integral dari proyek jangka panjang klub sekaligus menghalau rival-rival Eropa yang mulai mendekat.
Espart: Revelasi serbabisa
Espart bisa dibilang menjadi kisah paling menonjol pada awal musim di Catalonia. Remaja serbabisa itu sudah mendapat kepercayaan dari Flick, dengan menjadi starter dalam tiga laga pertama La Liga musim ini.
Kemampuannya tampil matang di berbagai posisi membuat staf pelatih terkesan, hingga ia diberi nomor punggung 12. Namun, klausul rilisnya saat ini hanya €20 juta, angka yang ditetapkan saat masa pembinaannya di akademi dan kini sudah tidak lagi mencerminkan nilai pasarnya.
Menanggapi lonjakan pesatnya, klub berniat memakai strategi serupa dengan yang diterapkan kepada Lamine Yamal dan Pau Cubarsi. Itu melibatkan penetapan klausul rilis yang sangat besar sebagai pencegah, yang mencerminkan kepercayaan penuh klub terhadap proyeksinya.
Lonjakan meteoris Abdelkarim dari Al Ahly
Situasi seputar Abdelkarim barangkali menjadi yang paling mendesak bagi petinggi Barcelona. Penyerang Mesir itu bergabung dengan klub dari Al Ahly, dan klausul rilisnya saat ini dipatok pada angka yang relatif rendah, yakni €15 juta. Valuasi ini menjadi usang setelah musim panas yang membuatnya bersinar di Piala Dunia kelompok umur dan menjalani debut kompetitif di level senior. Flick memandang sang penyerang sebagai bagian penting dari rencana taktisnya, dan klub siap mengambil langkah drastis untuk melindungi status pendaftarannya.
Laporan menyebut bahwa proposal baru Barcelona untuk pemain berusia 18 tahun itu mencakup kenaikan sepuluh kali lipat yang mencengangkan pada biaya pelepasannya. Rencananya adalah menaikkan klausul tersebut menjadi €150 juta, yang secara efektif mengakhiri harapan klub-klub lain untuk mendapatkan kesepakatan murah. Hubungan antara klub dan kubu sang pemain sangat baik, dan proposal itu diperkirakan akan diterima tanpa hambatan berarti.
Pengaruh Flick terhadap Brian Farinas
Farinas adalah pemain muda lain yang arah kariernya berubah setelah kedatangan pelatih kepala asal Jerman itu. Meski sempat dekat dengan kepindahan ke Girona pada musim panas, Flick turun tangan secara langsung untuk menghentikan transfer tersebut, dengan menegaskan bahwa gelandang itu punya peran dalam rotasi tim utama.
Farinas kemudian mendapat nomor punggung 4, yang sebelumnya dikenakan Ronald Araujo, dan kini ia dipandang sebagai anggota penuh skuad senior. Seperti rekan-rekannya, klausulnya saat ini senilai €20 juta dianggap sebagai kerentanan yang harus segera ditangani.
