Argentina memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian setelah Lionel Messi resmi mengakhiri kariernya bersama tim nasional. Kepergian sang kapten bukan hanya menimbulkan pertanyaan mengenai siapa yang akan menjadi penerus nomor 10, tetapi juga membuka kembali teka-teki mengenai masa depan pelatih Lionel Scaloni.
Situasi tersebut membuat Argentina berpotensi kehilangan dua sosok paling penting dalam era kejayaan mereka.
Messi telah mengonfirmasi bahwa dirinya tidak akan lagi mengenakan seragam Albiceleste. Keputusan itu mengakhiri perjalanan selama 21 tahun bersama tim nasional, periode yang akhirnya menghasilkan Copa América, Finalissima, dan gelar Piala Dunia 2022.
Di saat yang sama, masa depan Scaloni juga belum sepenuhnya aman.
Pelatih yang membawa Argentina menjadi juara dunia di Qatar tersebut sebelumnya memberikan sinyal bahwa dirinya kemungkinan hanya akan bertahan hingga akhir 2026. Jika benar demikian, Argentina harus menghadapi perubahan besar di ruang ganti sekaligus di kursi pelatih.
Messi Resmi Menutup Perjalanan Bersama Argentina
Keputusan Messi sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar mengejutkan.
Pemain berusia 39 tahun itu sudah memasuki fase terakhir karier internasionalnya dan Piala Dunia 2026 menjadi turnamen terakhirnya. Argentina bahkan berhasil mencapai final sebelum akhirnya kalah 0-1 dari Spanyol melalui gol pada masa perpanjangan waktu.
Enam minggu setelah pertandingan tersebut, Messi akhirnya menyampaikan keputusan secara resmi.
Dalam pesan perpisahannya, Messi mengatakan bahwa dirinya sudah memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki dan merasa waktunya telah tiba untuk memberi ruang kepada generasi berikutnya.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola Argentina.
Selama karier internasionalnya, Messi mencatat 125 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Albiceleste. Ia juga menjadi bagian utama dari tim yang memenangkan Copa América 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022 dan Copa América 2024.
Argentina Sekarang Harus Belajar Hidup Tanpa Messi
Tantangan terbesar Argentina adalah bagaimana menggantikan pemain yang perannya jauh lebih besar daripada sekadar pencetak gol.
Messi merupakan kapten, kreator serangan, pengatur permainan, eksekutor bola mati sekaligus pemain yang sering menjadi solusi ketika pertandingan berjalan sulit.
Selama bertahun-tahun, Argentina memiliki satu keuntungan besar: ketika sistem permainan tidak berjalan sempurna, mereka masih bisa mengandalkan kemampuan individu Messi untuk mengubah pertandingan.
Kini solusi tersebut tidak lagi tersedia.
Namun, bukan berarti Argentina tidak memiliki pemain berkualitas.
Julián Álvarez dan Lautaro Martínez sudah menjadi bagian penting dari lini depan. Di lini tengah terdapat Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister, sementara pemain seperti Nico Paz dan Thiago Almada dapat menjadi opsi untuk mengisi ruang kreatif yang sebelumnya sangat identik dengan Messi.
Argentina bahkan sudah beberapa kali berhasil meraih hasil positif ketika Messi tidak bermain. Selama beberapa tahun terakhir, Scaloni secara bertahap mengembangkan variasi taktik agar tim tidak selalu bergantung kepada sang kapten.
Tetapi ada perbedaan besar antara bermain tanpa Messi untuk satu atau dua pertandingan dengan membangun era baru tanpa kemungkinan memanggilnya kembali.
Masalah Besar Berikutnya Bernama Lionel Scaloni
Jika pensiunnya Messi merupakan sebuah kepastian, masa depan Scaloni justru masih menjadi tanda tanya.
Scaloni sebelumnya mengakui bahwa setelah Piala Dunia 2026 dirinya mulai mempertimbangkan kembali masa depannya.
Ia menyebut akan memenuhi kontraknya hingga Desember dan kemudian kemungkinan besar meninggalkan posisi sebagai pelatih Argentina.
Pernyataan tersebut langsung membuat publik Argentina khawatir.
Pasalnya, Scaloni bukan sekadar pelatih yang membawa Argentina memenangkan satu trofi. Ia merupakan arsitek dari generasi paling sukses Albiceleste dalam beberapa dekade terakhir.
Di bawah kepemimpinannya, Argentina memenangkan Copa América 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022 dan kembali mencapai final Piala Dunia 2026.
Kehilangan Scaloni tepat setelah Messi pergi tentu akan membuat proses regenerasi menjadi jauh lebih rumit.
AFA Ingin Scaloni Bertahan
Asosiasi Sepak Bola Argentina atau AFA sendiri sudah memberikan sinyal yang sangat jelas.
Presiden AFA Claudio Tapia secara terbuka menyatakan bahwa Scaloni merupakan pilihan utamanya untuk tetap menangani tim nasional.
Bahkan ketika ditanya mengenai rencana masa depan, Tapia menggambarkan Scaloni sebagai “rencana A, B dan C” Argentina.
Artinya, pihak federasi tidak sedang mencari pengganti. Mereka justru ingin mempertahankan pelatih yang telah membangun fondasi tim selama beberapa tahun terakhir.
Keinginan tersebut sangat masuk akal.
Mengganti pelatih setelah kehilangan Messi akan menciptakan dua perubahan besar dalam waktu yang hampir bersamaan. Sebaliknya, mempertahankan Scaloni bisa memberikan stabilitas ketika Argentina mulai membangun tim baru.
Scaloni Punya Keuntungan Besar: Dia Sudah Mengenal Generasi Berikutnya
Salah satu alasan utama mengapa Argentina membutuhkan Scaloni adalah pengalamannya dalam melakukan regenerasi.
Ia tidak membangun tim hanya berdasarkan Messi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Scaloni telah memberikan kesempatan kepada banyak pemain muda dan menguji berbagai kombinasi.
Nico Paz dan Thiago Almada merupakan dua contoh pemain yang dapat diberikan tanggung jawab lebih besar pada era pasca-Messi. Di lini depan, Argentina masih memiliki Álvarez dan Lautaro yang berada dalam usia produktif.
Sementara itu, Enzo Fernández dan Mac Allister juga masih cukup muda untuk menjadi fondasi lini tengah Argentina hingga beberapa tahun ke depan.
Artinya, Scaloni sebenarnya sudah memiliki gambaran mengenai seperti apa Argentina setelah Messi.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah ia sendiri bersedia melanjutkan proyek tersebut.
Piala Dunia 2026 Menunjukkan Argentina Masih Memiliki Fondasi Kuat
Kekalahan dari Spanyol di final memang menyakitkan, tetapi perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa tim tersebut belum habis.
Mereka mampu kembali mencapai final setelah sebelumnya memenangkan Piala Dunia 2022.
Messi juga tampil luar biasa sepanjang turnamen dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh bagi Argentina.
Namun, pencapaian tersebut sekaligus memperlihatkan betapa sulitnya menggantikan kontribusi sang kapten.
Argentina tidak hanya kehilangan pemain terbaiknya, tetapi juga kehilangan figur yang selama bertahun-tahun menjadi pusat gravitasi permainan mereka.
Karena itu, era pasca-Messi akan menjadi ujian terbesar Scaloni jika ia memutuskan bertahan.
Siapa yang Akan Menjadi Pemimpin Baru Argentina?
Pertanyaan lain yang tidak kalah menarik adalah mengenai kepemimpinan.
Messi sudah menjadi kapten Argentina selama bertahun-tahun. Setelah kepergiannya, ban kapten harus diberikan kepada pemain lain.
Beberapa nama berpengalaman seperti Cristian Romero, Rodrigo De Paul, Emiliano Martínez, atau pemain senior lainnya dapat masuk dalam pembicaraan.
Namun, sosok pengganti Messi tidak harus muncul dalam bentuk satu pemain.
Argentina justru mungkin perlu membagi tanggung jawab kepemimpinan kepada beberapa pemain.
Romero dapat menjadi pemimpin di lini belakang. Enzo dan Mac Allister dapat mengambil tanggung jawab lebih besar di lini tengah. Sementara Álvarez atau Lautaro bisa menjadi wajah baru di lini depan.
Dengan cara tersebut, Argentina tidak perlu mencari “Messi baru” karena pemain seperti Messi memang hampir mustahil digantikan.
Tantangan Pertama Ada di Copa América 2028
Setelah era Piala Dunia 2026 berakhir, perhatian Argentina akan beralih kepada siklus berikutnya.
Copa América 2028 akan menjadi salah satu ujian terbesar bagi generasi baru Albiceleste.
Turnamen tersebut berpotensi menjadi kompetisi besar pertama Argentina tanpa Messi sekaligus kesempatan bagi pemain-pemain muda untuk benar-benar mengambil alih peran utama.
Jika Scaloni bertahan, turnamen itu juga akan menjadi panggung penting untuk membuktikan bahwa sistemnya dapat berjalan tanpa pemain yang selama ini menjadi pusat permainan.
Argentina Tidak Boleh Kehilangan Scaloni Bersamaan dengan Messi
Pensiunnya Messi memang tidak bisa dicegah.
Keputusan tersebut merupakan hak pribadi sang pemain setelah memberikan lebih dari dua dekade untuk Argentina.
Namun, situasi berbeda berlaku untuk Scaloni.
Jika AFA masih memiliki kesempatan untuk mempertahankan sang pelatih, mereka seharusnya melakukan segala upaya untuk meyakinkannya.
Kehilangan Messi dan Scaloni dalam waktu berdekatan akan menjadi perubahan yang sangat besar.
Sebaliknya, jika Scaloni bertahan, Argentina setidaknya memiliki satu sosok yang memahami identitas tim, karakter pemain, serta proses regenerasi yang telah berlangsung selama beberapa tahun.
Itulah alasan mengapa masa depan Scaloni kini menjadi salah satu isu paling penting di Argentina.
Era Baru Albiceleste Sudah Dimulai
Argentina tidak akan pernah bisa benar-benar menggantikan Lionel Messi.
Namun, mereka tidak harus mencari pemain yang mampu menjadi Messi berikutnya.
Tugas Argentina adalah membangun tim yang memiliki banyak sumber kreativitas, banyak pemain yang mampu menentukan pertandingan, dan sistem yang tidak bergantung pada satu individu.
Scaloni sudah menunjukkan bahwa ia mampu melakukan hal tersebut secara bertahap.
Kini tantangannya jauh lebih besar.
Ia harus membangun Argentina yang benar-benar mampu berjalan tanpa Messi.
Dan jika Scaloni sendiri ikut pergi, Argentina harus melakukan pekerjaan tersebut dari awal dengan pelatih baru.
Karena itu, setelah Messi resmi mengucapkan selamat tinggal kepada Albiceleste, satu pertanyaan besar kini menggantung di atas sepak bola Argentina:
Apakah Lionel Scaloni akan tetap menjadi orang yang memimpin Argentina memasuki era setelah Messi?
AFA sudah memberikan jawabannya. Mereka ingin Scaloni bertahan.
Kini keputusan terbesar berada di tangan sang pelatih.
