Augsburg – Penyerang asal Maroko, Tawfik Bentayeb, dikabarkan semakin dekat untuk mewujudkan impiannya bermain di Bundesliga. Setelah sempat ditolak oleh klub raksasa Maroko, Raja Casablanca, kini pemain berusia 24 tahun itu berada di ambang kepindahan ke klub Jerman, Augsburg, pada bursa transfer musim panas 2026.
Menurut laporan media Prancis Foot Mercato, Augsburg tengah menjalin negosiasi intensif dengan klub Maroko Ittihad Touarga untuk menyelesaikan transfer sang striker. Performa impresif Bentayeb sepanjang musim lalu disebut menjadi alasan utama ketertarikan klub Bundesliga tersebut.
Top Skor Ligue 2 Jadi Daya Tarik
Bentayeb tampil luar biasa saat menjalani masa peminjaman bersama klub Prancis Troyes. Ia sukses mengakhiri musim sebagai top skor Ligue 2 dengan torehan 18 gol, sekaligus menarik perhatian sejumlah klub Eropa.
Sebelumnya, ia juga sempat dipinjamkan ke Rodez, di mana ia mencetak 10 gol dalam 29 pertandingan, membuktikan konsistensinya sebagai penyerang tajam meski berpindah klub.
Catatan tersebut membuat Augsburg yakin bahwa Bentayeb memiliki kualitas untuk bersaing di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Jerman.
Pernah Ditolak Raja Casablanca
Menariknya, sebelum berkarier di Prancis, nama Bentayeb sempat masuk dalam radar Raja Casablanca pada bursa transfer musim panas tahun lalu. Namun, klub asal Maroko tersebut memilih untuk tidak melanjutkan proses perekrutannya.
Keputusan itu kini menjadi sorotan, mengingat Bentayeb justru berkembang pesat di Eropa dan berpeluang tampil di Bundesliga musim depan.
Siap Ikuti Jejak Bintang Maroko
Jika transfer ke Augsburg resmi terwujud, Bentayeb akan menambah daftar pemain Maroko yang berkarier di Liga Jerman.
Bundesliga dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi rumah bagi banyak talenta asal Maroko. Salah satu yang terbaru adalah Ismael Saibari, yang bergabung dengan Bayern Munich pada bursa transfer musim panas ini.
Kini, Tawfik Bentayeb berpeluang mengikuti jejak para kompatriotnya dan membuktikan kualitasnya di salah satu liga paling kompetitif di Eropa. Dengan usia yang masih 24 tahun dan produktivitas gol yang terus meningkat, kepindahannya ke Bundesliga bisa menjadi langkah besar dalam perjalanan karier sang penyerang Maroko.
