Washington, D.C. – Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadapi tekanan baru dari parlemen Amerika Serikat setelah diminta memberikan kesaksian di hadapan Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS. Permintaan tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap hubungan Infantino dengan mantan Presiden AS, Donald Trump, serta sejumlah kebijakan FIFA yang dinilai kontroversial.
Hubungan dengan Trump Diselidiki
Permintaan kesaksian diajukan oleh anggota Kongres dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, yang merupakan anggota senior Komite Kehakiman DPR AS. Raskin meminta Infantino menjalani wawancara resmi yang direkam untuk menjelaskan hubungan FIFA dengan pemerintahan Trump.
Penyelidikan ini dipicu oleh sejumlah keputusan yang menuai kritik, termasuk pemberian Penghargaan Perdamaian FIFA yang baru diperkenalkan kepada Donald Trump menjelang penyelenggaraan Piala Dunia.
Selain itu, keberadaan kantor FIFA di Trump Tower, Manhattan, juga menjadi perhatian. Menurut laporan The Athletic, FIFA menyewa ruang kantor di gedung tersebut dan menegaskan bahwa biaya sewanya dibayarkan sesuai harga pasar. Namun, Raskin mempertanyakan nilai transaksi tersebut, dengan menyebut ruang serupa umumnya memiliki nilai sewa sekitar US$600.000 per tahun.
Sebagai bagian dari penyelidikan, komite juga meminta akses terhadap catatan pengunjung kantor FIFA di Miami dan New York, serta komunikasi antara pejabat FIFA dan individu yang memiliki hubungan dengan pemerintahan Trump.
Kebijakan Penjualan Tiket Ikut Disorot
Tak hanya hubungan politik, Komite Kehakiman DPR AS juga menyoroti sistem penjualan tiket FIFA yang dinilai merugikan konsumen.
Penyelidikan dilakukan setelah sejumlah Jaksa Agung dari negara bagian New York, New Jersey, Texas, dan California menyampaikan keberatan terhadap kebijakan penjualan tiket selama turnamen.
Raskin menuding FIFA menerapkan praktik penjualan yang tidak transparan, termasuk perubahan harga tiket secara signifikan setelah penjualan dimulai.
Tuduhan Merugikan Konsumen
Komite DPR AS juga mempertanyakan kebijakan FIFA yang memungkinkan perubahan kategori tempat duduk setelah tiket dibeli oleh penggemar.
Menurut Raskin, FIFA memiliki kewenangan memindahkan pembeli ke kursi dengan kualitas yang lebih rendah tanpa persetujuan mereka. Ia menilai praktik tersebut berpotensi melanggar aturan perlindungan konsumen dan merugikan para suporter yang telah membeli tiket dengan harga tinggi.
FIFA Belum Memberikan Tanggapan Resmi
Hingga saat ini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi mengenai permintaan kesaksian tersebut maupun tuduhan yang dilayangkan oleh Komite Kehakiman DPR AS.
