“Seharusnya Kamu Bergabung dengan Klub Besar!” Fans Arsenal Ejek Morgan Rogers Usai Chelsea Tumbang

Morgan Rogers mengalami malam yang penuh drama di Emirates Stadium.

Winger Chelsea tersebut sempat menjadi pemain yang paling membuat pendukung Arsenal terdiam setelah mencetak gol hanya 77 detik setelah pertandingan dimulai. Namun, pada akhirnya Rogers justru meninggalkan lapangan sambil mendengar ejekan dari suporter tuan rumah.

Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan Arsenal 2-1 atas Chelsea, para pendukung The Gunners melontarkan chant kepada Rogers:

“You should have signed for a big club!”

Kalimat tersebut merupakan sindiran langsung terhadap keputusan Rogers memilih Chelsea setelah sebelumnya menjadi salah satu target utama Arsenal pada bursa transfer musim panas.

Yang membuat situasinya semakin menarik, Rogers sempat memberikan alasan kuat bagi Arsenal untuk menyesal karena gagal mendapatkannya. Ia membuka pertandingan dengan gol spektakuler, tetapi Chelsea akhirnya tetap pulang tanpa membawa poin.

Rogers Membungkam Emirates Hanya dalam 77 Detik

Pertandingan baru berjalan sedikit lebih dari satu menit ketika Chelsea berhasil membuat kejutan.

Morgan Rogers menerima bola dan melepaskan penyelesaian yang tidak mampu dihentikan pertahanan Arsenal. Gol tersebut tercipta hanya 77 detik setelah kick-off.

Emirates Stadium yang awalnya penuh dengan kepercayaan diri langsung terdiam.

Lebih dari sekadar gol pembuka, gol Rogers memiliki cerita tersendiri.

Arsenal merupakan klub yang sebelumnya sangat tertarik untuk mendatangkan pemain Inggris tersebut. Namun, Chelsea berhasil memenangkan persaingan dengan Aston Villa dan mengamankan transfer Rogers dengan nilai sekitar £117 juta, yang menjadi rekor transfer pemain Inggris.

Karena itu, gol tersebut terasa seperti pukulan tambahan bagi Arsenal.

Rogers bahkan melakukan selebrasi yang cukup provokatif di depan pendukung tuan rumah setelah mencetak gol.

Arsenal Tidak Panik dan Mulai Membalas

Keunggulan Chelsea ternyata tidak bertahan lama.

Arsenal perlahan mengambil alih kendali permainan dan mulai memberikan tekanan bertubi-tubi kepada pertahanan tim tamu.

Kai Havertz akhirnya mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-25.

Gol tersebut mengubah momentum pertandingan.

Arsenal yang sebelumnya tertinggal mulai bermain semakin agresif, sementara Chelsea kesulitan mempertahankan tekanan awal yang mereka ciptakan.

Hingga turun minum, skor masih 1-1.

Namun Arsenal belum selesai.

Ødegaard Membalikkan Keadaan

Pada awal babak kedua, Arsenal akhirnya mendapatkan gol kedua.

Kombinasi serangan yang dibangun dari sisi kiri menghasilkan ruang bagi Martin Ødegaard. Havertz melakukan dummy yang membuat bola mengalir ke arah kapten Arsenal tersebut.

Ødegaard kemudian melepaskan penyelesaian tenang untuk membawa Arsenal berbalik unggul 2-1.

Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Arsenal.

Chelsea masih memiliki sejumlah kesempatan untuk menyamakan kedudukan, tetapi David Raya tampil penting di bawah mistar.

Pada penghujung pertandingan, Estêvão bahkan hampir mencetak gol penyama kedudukan. Namun Raya berhasil melakukan penyelamatan untuk mempertahankan keunggulan Arsenal.

Chant Arsenal untuk Rogers

Drama kembali muncul ketika Rogers akhirnya ditarik keluar pada menit-menit akhir.

Saat berjalan menuju bangku cadangan Chelsea, suara suporter Arsenal terdengar semakin jelas.

Mereka menyanyikan:

“You should have signed for a big club!”

Ejekan tersebut jelas berkaitan dengan keputusan Rogers meninggalkan Aston Villa dan bergabung dengan Chelsea setelah Arsenal sebelumnya juga berusaha mendapatkannya.

Laporan dari media Inggris menyebut Rogers menjadi sasaran ejekan suporter Arsenal ketika meninggalkan lapangan.

Bahkan, beberapa laporan menyebut Rogers hanya bisa merespons dengan senyum ketika mendengar chant tersebut.

Situasi itu membuat pertandingan semakin panas karena Rogers sebelumnya justru menjadi pemain Chelsea yang paling sukses memberikan tekanan kepada Arsenal.

Ironi Besar untuk Rogers

Ada ironi besar dalam cerita Rogers di Emirates.

Ia melakukan hampir semua hal yang bisa dilakukan seorang pemain untuk membuat mantan klub peminatnya menyesal.

Mencetak gol dalam waktu 77 detik?

Ya.

Membuat Arsenal menjadi tim pertama yang kebobolan di Premier League musim ini?

Ya.

Membawa Chelsea unggul di kandang Arsenal?

Ya.

Namun pada akhirnya, semua itu tidak cukup.

Arsenal bangkit dan memenangkan pertandingan.

Dengan kata lain, Rogers memenangkan duel pribadi di awal pertandingan, tetapi Arsenal memenangkan pertandingan secara keseluruhan.

Arsenal Memang Pernah Menginginkannya

Minat Arsenal terhadap Rogers bukan sekadar rumor singkat.

The Gunners telah memantau pemain tersebut dan bahkan berharap bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih rendah.

Guardian melaporkan Arsenal awalnya berharap bisa merekrut Rogers dengan nilai sekitar £80 juta, tetapi Chelsea kemudian masuk dengan tawaran yang jauh lebih besar, sekitar £117 juta.

Chelsea juga bekerja keras untuk meyakinkan Rogers.

Pelatih baru mereka, Xabi Alonso, menjadi salah satu figur penting dalam proses tersebut. Chelsea melihat Rogers sebagai pemain yang cocok dengan proyek baru mereka.

Pada akhirnya, Rogers memilih Stamford Bridge.

Dan pertandingan melawan Arsenal menjadi kesempatan pertamanya untuk menunjukkan kepada publik Emirates mengapa Chelsea rela mengeluarkan uang sebesar itu.

Chelsea Menang dalam Bursa Transfer, Arsenal Menang di Lapangan

Jika dilihat dari 90 menit pertandingan, ceritanya menjadi cukup unik.

Chelsea berhasil memenangkan persaingan transfer untuk Rogers.

Namun Arsenal berhasil memenangkan pertandingan.

Rogers mencetak gol lebih dahulu, tetapi Havertz dan Ødegaard membalikkan keadaan.

Guardian juga mencatat bahwa Arsenal sebenarnya telah mengejar Rogers sebelum akhirnya Chelsea merebutnya dengan tawaran £117 juta.

Karena itu, kemenangan Arsenal membuat chant tersebut terasa semakin menyakitkan bagi Rogers.

Jika Chelsea berhasil menang, Rogers mungkin akan meninggalkan Emirates sebagai pahlawan.

Namun kenyataannya justru sebaliknya.

Rogers Tetap Tampil Menjanjikan

Meski menjadi sasaran ejekan, bukan berarti performa Rogers buruk.

Ia justru menunjukkan mengapa Arsenal dan Chelsea begitu tertarik kepadanya.

Gol cepatnya memperlihatkan kualitas teknik dan keberaniannya bermain di pertandingan besar.

Rogers juga menjadi salah satu pemain Chelsea yang paling berbahaya sepanjang pertandingan.

Masalahnya, sepak bola bukan hanya tentang performa individu.

Chelsea gagal mempertahankan keunggulan dan akhirnya harus menerima kekalahan 1-2.

Bagi Rogers, gol tersebut menjadi catatan pribadi yang bagus, tetapi kemenangan Arsenal membuat semuanya terasa berbeda.

Drama Rogers dan Rice Ikut Memanaskan Pertandingan

Ketegangan antara Rogers dan Arsenal juga tidak berhenti pada chant suporter.

Pada menit ke-83, Rogers terlibat perselisihan dengan Declan Rice.

Rice menjatuhkan Rogers ketika pemain Chelsea tersebut sedang mencoba membawa bola ke area pertahanan Arsenal. Rogers kemudian menghampiri Rice dan terjadi adu mulut di antara keduanya. Rogers akhirnya menerima kartu kuning.

Momen tersebut semakin memperlihatkan betapa panasnya pertandingan.

Rogers bukan hanya berhadapan dengan para pemain Arsenal, tetapi juga harus menghadapi tekanan dari tribun Emirates.

Dan beberapa menit kemudian, ia harus meninggalkan lapangan dengan Chelsea masih tertinggal.

Arsenal Tetap Sempurna

Kemenangan atas Chelsea menjaga rekor sempurna Arsenal pada awal Premier League 2026/27.

The Gunners telah memenangkan tiga pertandingan dari tiga laga dan menjadi salah satu tim yang mempertahankan start 100 persen.

Yang lebih penting, Arsenal berhasil menunjukkan mentalitas berbeda.

Mereka kebobolan lebih dahulu untuk pertama kalinya musim ini, tetapi tidak panik.

Sebaliknya, mereka terus menekan sampai akhirnya membalikkan keadaan.

Bagi Mikel Arteta, respons tersebut tentu menjadi salah satu hal paling positif dari kemenangan atas Chelsea.

Rogers Pulang dengan Gol, Arsenal Pulang dengan Tiga Poin

Morgan Rogers mungkin akan mengingat pertandingan di Emirates untuk waktu yang lama.

Ia mencetak gol hanya 77 detik setelah pertandingan dimulai.

Ia berhasil membuat pendukung Arsenal terdiam.

Ia juga menunjukkan mengapa Chelsea berani membayar £117 juta untuk mendapatkannya.

Tetapi pada akhirnya, satu hal yang paling penting tidak berada di pihak Rogers.

Chelsea kalah. Arsenal menang.

Dan ketika Rogers berjalan menuju bangku cadangan, pendukung Arsenal memastikan ia tidak melupakan keputusan transfer yang membuat pertandingan ini begitu personal.

“Seharusnya kamu bergabung dengan klub besar!”

Sebuah chant yang awalnya hanya menjadi ejekan, tetapi setelah Arsenal membalikkan keadaan menjadi kemenangan, berubah menjadi salah satu momen paling ikonik dalam derby London tersebut.

Rogers mungkin sudah memilih Chelsea.

Namun untuk malam itu, Arsenal yang mendapatkan kata terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *