Real Betis mengawali perjalanan mereka di Liga Champions 2026/27 dengan kemenangan dramatis. Bertandang ke markas Lille, klub asal Spanyol itu berhasil melakukan comeback dua kali sebelum mengunci kemenangan 3-2 melalui gol penentu dari mantan penyerang Tottenham Hotspur, Troy Parrott.
Pertandingan di Decathlon Arena–Stade Pierre-Mauroy, Selasa (8/9/2026) malam WIB, berlangsung sengit sejak menit awal. Lille dua kali mampu memimpin pertandingan, tetapi Betis menunjukkan mental kuat hingga akhirnya membalikkan keadaan.
Drama semakin panas setelah Ethan Mbappe, adik Kylian Mbappe, menerima kartu merah pada awal babak kedua. Lille pun harus bermain dengan 10 orang ketika masih berusaha mengejar ketertinggalan.
Hasil tersebut menjadi awal yang sangat positif bagi Betis dalam penampilan pertama mereka di Liga Champions setelah penantian panjang.
Lille Unggul Lebih Dulu Lewat Ayase Ueda
Lille langsung tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri. Tekanan mereka menghasilkan gol pembuka ketika pertandingan baru berjalan sekitar 12 menit.
Ethan Mbappe menjadi salah satu pemain penting dalam proses terciptanya gol tersebut. Ia memberikan umpan yang kemudian diselesaikan Ayase Ueda melalui sundulan untuk membawa Lille unggul 1-0.
Gol tersebut sekaligus menjadi awal penampilan yang sebenarnya cukup menjanjikan bagi Ethan. Pemain berusia 19 tahun itu terlihat aktif membantu serangan Lille dan beberapa kali menjadi penghubung antara lini tengah dan depan.
Namun, keunggulan Lille tidak bertahan lama.
Marc Bartra Samakan Kedudukan
Betis meningkatkan tekanan dan akhirnya mendapatkan gol penyeimbang pada menit ke-33.
Marc Bartra muncul dari lini belakang untuk menyambut umpan silang Pablo Fornals. Bek veteran tersebut berhasil mencetak gol melalui sundulan yang membuat skor berubah menjadi 1-1.
Lille kemudian kembali mengambil kendali pertandingan.
Pada menit ke-36, Alexsandro Ribeiro berhasil mencetak gol kedua Lille. Berawal dari situasi bola mati, sundulan pemain asal Brasil tersebut kembali membawa tuan rumah unggul 2-1.
Skor tersebut bertahan hingga turun minum. Lille sebenarnya terlihat cukup nyaman karena berhasil mencetak dua gol dari peluang-peluang yang mereka miliki, sementara Betis harus mencari cara lain untuk membongkar pertahanan tuan rumah.
Betis Menggila Setelah Jeda
Babak kedua menjadi titik balik pertandingan.
Betis langsung meningkatkan intensitas permainan. Hanya beberapa menit setelah turun minum, mereka kembali menyamakan kedudukan.
Bartra kembali menjadi mimpi buruk bagi Lille. Bek tersebut mencetak gol keduanya pada menit ke-49 melalui sundulan setelah menerima umpan dari situasi tendangan bebas yang dieksekusi Isco.
Skor berubah menjadi 2-2.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi Betis untuk mencetak gol ketiga.
Pada menit ke-53, Troy Parrott mencatatkan namanya di papan skor. Penyerang asal Irlandia tersebut menerima bola setelah Betis merebut penguasaan di area berbahaya, kemudian melakukan aksi individu sebelum melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut jauh.
Bola meluncur tanpa mampu dihentikan kiper Lille, Berke Ozer.
Betis untuk pertama kalinya berbalik unggul 3-2.
Ethan Mbappe Mendapat Kartu Merah
Drama belum selesai.
Hanya beberapa menit setelah Betis mencetak gol ketiga, Lille mendapatkan pukulan besar ketika Ethan Mbappe diusir wasit.
Dalam sebuah situasi tanpa perebutan bola langsung, Ethan terlihat melakukan gerakan siku ke arah wajah bek Betis, Natan.
Wasit Georgi Kabakov awalnya tidak langsung memberikan kartu merah. Namun setelah mendapat rekomendasi dari VAR dan melihat tayangan ulang, keputusan berubah.
Ethan akhirnya menerima kartu merah langsung pada menit ke-55, membuat Lille harus bermain dengan 10 pemain.
L’Équipe melaporkan bahwa Natan sebelumnya mendapatkan kartu kuning karena dianggap melakukan provokasi sebelum insiden tersebut. Namun, setelah melihat tayangan ulang, wasit menilai tindakan Ethan tetap layak diganjar kartu merah.
Bagi Ethan, insiden tersebut menjadi akhir yang sangat mengecewakan setelah sebelumnya ia berperan langsung dalam gol pertama Lille.
Lille Terus Menekan Meski Bermain dengan 10 Pemain
Kehilangan satu pemain tidak membuat Lille langsung menyerah.
Tim asuhan Davide Ancelotti tetap mencoba menekan pertahanan Betis. Beberapa pergantian pemain dilakukan untuk menambah daya gedor, termasuk masuknya Olivier Giroud.
Lille mencoba memanfaatkan bola mati dan serangan dari sisi sayap untuk mencari gol penyama kedudukan.
Namun, Betis mampu bertahan dengan disiplin.
Tim asuhan Manuel Pellegrini tidak lagi memaksakan diri untuk menyerang secara berlebihan. Mereka lebih fokus mempertahankan keunggulan, mengontrol tempo, serta memanfaatkan ruang ketika Lille mulai meninggalkan area pertahanan.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 3-2 untuk kemenangan Betis.
Troy Parrott Lanjutkan Start Impresif Bersama Betis
Salah satu sosok yang paling mencuri perhatian adalah Troy Parrott.
Mantan pemain Tottenham Hotspur itu kembali mencetak gol penting hanya beberapa hari setelah sebelumnya menjadi penentu kemenangan Betis atas Real Madrid di kompetisi domestik.
Parrott kini menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pelapis atau pemain baru yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Dalam pertandingan melawan Lille, ia mampu memanfaatkan peluang penting ketika Betis membutuhkan gol ketiga. Penyelesaian kaki kirinya menjadi pembeda dalam pertandingan yang berjalan sangat ketat.
Gol tersebut juga memperpanjang awal positif Parrott sejak bergabung dengan Betis.
Marc Bartra Jadi Pahlawan Tak Terduga
Selain Parrott, Marc Bartra juga layak mendapatkan sorotan besar.
Bek asal Spanyol tersebut mencetak dua gol dalam pertandingan ini. Keduanya datang melalui sundulan dan menjadi respons Betis setiap kali Lille berhasil mengambil keunggulan.
AS mencatat bahwa brace tersebut menjadi pencapaian spesial bagi Bartra. Dua golnya menjadi fondasi penting bagi comeback Betis sebelum Parrott mencetak gol kemenangan.
Penampilan Bartra juga memperlihatkan bagaimana pemain belakang bisa memainkan peran penting dalam pertandingan dengan tekanan tinggi seperti Liga Champions.
Betis Pulang Membawa Tiga Poin dari Prancis
Kemenangan 3-2 atas Lille memberikan Betis tiga poin berharga pada pertandingan pertama fase liga Liga Champions.
Lebih dari sekadar kemenangan, cara Betis mendapatkannya juga memberikan sinyal positif.
Mereka dua kali tertinggal, tetapi dua kali pula mampu menyamakan kedudukan sebelum akhirnya mencetak gol kemenangan. Tim asal Sevilla tersebut juga tetap tenang ketika Lille mendapatkan momentum setelah bermain dengan 10 pemain.
Bagi Lille, kekalahan ini terasa jauh lebih menyakitkan. Mereka sempat memimpin 2-1 pada babak pertama dan memiliki peluang besar untuk mengamankan hasil positif di kandang.
Namun, dua gol cepat Betis setelah turun minum serta kartu merah Ethan Mbappe mengubah seluruh jalannya pertandingan.
Awal Buruk Lille, Awal Sempurna Betis
Lille kini harus segera bangkit karena perjalanan di fase liga masih panjang. Kekalahan di kandang sendiri membuat mereka kehilangan kesempatan mendapatkan poin penting sejak pertandingan pertama.
Sementara itu, Betis mendapatkan modal besar untuk melanjutkan perjalanan Eropa mereka.
Kemenangan di Prancis, ditambah performa impresif Parrott dan Bartra, membuat Betis pulang dengan kepercayaan diri tinggi.
Drama Ethan Mbappe juga menjadi salah satu cerita terbesar pertandingan. Sang pemain sebenarnya mengawali malam dengan kontribusi positif melalui assist, tetapi akhirnya meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu merah.
Satu pertandingan, dua wajah berbeda untuk Ethan: dari pemain yang membantu Lille mencetak gol pembuka menjadi pemain yang harus menyaksikan rekan-rekannya berjuang dari luar lapangan.
Pada akhirnya, Real Betis menang 3-2 atas Lille, membawa pulang tiga poin sekaligus memberikan peringatan bahwa mereka datang ke Liga Champions bukan hanya untuk menjadi peserta.
