Raphinha Tersingkir dari Ballon d’Or, Tapi Langsung Membalas di Lapangan: “Saya Bicara tentang Barcelona”

Raphinha tidak ingin larut dalam kekecewaan setelah namanya kembali tersingkir dari daftar kandidat Ballon d’Or 2026. Alih-alih memperdebatkan keputusan tersebut, kapten Barcelona itu memilih fokus kepada klubnya.

Jawabannya bahkan datang hanya beberapa jam setelah daftar 30 kandidat Ballon d’Or diumumkan.

Raphinha mencetak dua gol ketika Barcelona menghancurkan Feyenoord 5-1 pada matchday pertama Liga Champions 2026/27 di Spotify Camp Nou, Rabu (9/9/2026) malam WIB.

Ketika kembali ditanya mengenai absennya dari daftar kandidat penghargaan individu paling bergengsi tersebut, Raphinha memilih tidak memperpanjang pembicaraan.

“Saya tidak berbicara tentang itu, saya berbicara tentang Barcelona.”

Sikap tersebut menjadi semakin menarik karena Raphinha langsung memberikan penampilan luar biasa di pertandingan yang sama.

Raphinha Tidak Masuk 30 Kandidat Ballon d’Or

France Football mengumumkan 30 kandidat Ballon d’Or 2026 pada 8 September.

Sejumlah pemain Barcelona masuk dalam daftar tersebut, termasuk Lamine Yamal dan Pau Cubarsí. Namun Raphinha justru tidak mendapatkan tempat, begitu pula Pedri.

Absennya Raphinha menjadi salah satu kejutan terbesar karena performanya bersama Barcelona pada musim sebelumnya sebenarnya sangat menonjol.

Pada musim 2024/25, Raphinha mencetak 34 gol dan 22 assist dalam 57 pertandingan untuk Barcelona. Performa tersebut membawanya finis di posisi kelima dalam pemungutan suara Ballon d’Or edisi sebelumnya.

Karena itu, tidak masuknya pemain Brasil tersebut dalam 30 besar tahun ini langsung menjadi bahan perdebatan.

Reuters juga mencatat sejumlah nama besar yang masuk daftar 2026, termasuk Harry Kane, Erling Haaland, Lionel Messi, Kylian Mbappe, Jude Bellingham, Lamine Yamal dan Ousmane Dembélé.

Raphinha Memilih Tidak Memperdebatkannya

Setelah pertandingan melawan Feyenoord, Raphinha mendapat pertanyaan mengenai Ballon d’Or.

Namun pemain berusia 29 tahun itu tidak menunjukkan keinginan untuk memperdebatkan keputusan tersebut.

Ia justru mengalihkan pembicaraan kepada Barcelona yang sedang menjalani awal musim luar biasa.

Saya tidak berbicara tentang Ballon d’Or. Saya berbicara tentang Barcelona, kami sedang menjalani musim yang spektakuler,” ujar Raphinha seperti dikutip dari laporan media Spanyol.

Jawaban tersebut cukup menggambarkan fokus Raphinha saat ini.

Daripada sibuk memikirkan penghargaan individu, ia ingin memastikan Barcelona terus meraih hasil positif.

Dan beberapa menit setelah pernyataan tersebut, performanya di lapangan seolah menjadi jawaban tersendiri.

Dua Gol Raphinha Hancurkan Feyenoord

Barcelona hanya membutuhkan tiga menit untuk membuka keunggulan.

Raphinha menerima bola di area depan kotak penalti, melewati tekanan dua pemain Feyenoord, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang membuat Barcelona unggul 1-0.

Gol tersebut menjadi awal dari malam yang sangat produktif bagi sang kapten.

Pada menit ke-22, Barcelona menggandakan keunggulan melalui Karim Adeyemi.

Feyenoord kemudian mencoba memberikan perlawanan setelah jeda, tetapi Barcelona kembali menemukan celah pada menit ke-57.

Pedri memberikan umpan terobosan yang membelah pertahanan Feyenoord. Raphinha bergerak tepat pada waktunya dan kemudian menuntaskan peluang dengan kaki kiri.

Skor berubah menjadi 3-0.

Barcelona akhirnya menang 5-1 setelah Lamine Yamal mencetak gol dari tendangan bebas, Sem Steijn memperkecil ketertinggalan Feyenoord, sebelum Gabriel Jesus mencetak gol pertamanya untuk Barcelona.

Raphinha Sudah Cetak Delapan Gol Musim Ini

Dua gol ke gawang Feyenoord semakin mempertegas ketajaman Raphinha pada awal musim 2026/27.

Menurut laporan Mundo Deportivo, tambahan dua gol tersebut membuat Raphinha sudah mencetak delapan gol dalam lima pertandingan pada awal musim ini.

Sebelumnya, Raphinha juga telah mencetak gol dalam empat pertandingan pertama LaLiga.

Barcelona bahkan mencatat bahwa sang pemain menjadi salah satu dari hanya sedikit pemain dalam sejarah klub yang mampu mencetak gol dalam masing-masing dari empat laga pembuka kompetisi domestik.

Kini, ia menambahkan dua gol Liga Champions ke dalam koleksinya.

Performa tersebut membuat keputusan tidak memasukkannya ke daftar Ballon d’Or terasa semakin sulit untuk diterima oleh sebagian penggemar Barcelona.

Bukan Hanya Gol, Raphinha Juga Menjadi Pemimpin

Raphinha tidak hanya tampil sebagai pencetak gol.

Musim ini ia dipercaya menjadi salah satu kapten Barcelona. Hansi Flick memilih Raphinha dan Pedri sebagai dua pemain yang ditunjuk langsung untuk menjadi bagian dari kelompok kapten, sementara Eric Garcia, Frenkie de Jong dan Lamine Yamal dipilih melalui voting pemain.

Peran tersebut menunjukkan meningkatnya pengaruh Raphinha di ruang ganti.

Ia juga memperlihatkan sisi kepemimpinannya ketika membantu Yamal dalam pertandingan melawan Feyenoord.

Raphinha Beri Dukungan untuk Lamine Yamal

Yamal sebenarnya sempat kesulitan menemukan sentuhan terbaiknya dalam pertandingan.

Namun Raphinha mengaku memahami situasi tersebut karena ia sudah mengenal rekan mudanya dengan baik.

Ia mengatakan dirinya berusaha memberikan semangat kepada Yamal dan mengatakan bahwa pemain berusia 19 tahun itu akan mencetak gol.

Prediksi tersebut benar-benar terjadi.

Pada menit ke-77, Yamal mencetak gol melalui tendangan bebas yang melewati celah pagar hidup Feyenoord.

Raphinha mengaku sangat senang melihat Yamal akhirnya mencetak gol.

Menurutnya, hal terpenting dalam sebuah tim adalah para pemain bisa ikut bahagia ketika rekan setimnya berhasil mencetak gol.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Raphinha tidak hanya mengejar statistik pribadi.

Ia juga berusaha membantu Barcelona sebagai sebuah tim.

Barcelona Mengawali Liga Champions dengan Sempurna

Kemenangan 5-1 atas Feyenoord menjadi awal yang sangat meyakinkan bagi Barcelona di Liga Champions.

Raphinha membuka pesta gol, Adeyemi menambah satu gol, Yamal ikut mencetak gol, sementara Gabriel Jesus menutup kemenangan dengan gol perdananya bersama Barcelona.

Reuters mencatat bahwa Barcelona tampil dominan sejak awal pertandingan dan tidak memberikan Feyenoord banyak kesempatan untuk mengembangkan permainan.

Bagi Gabriel Jesus, pertandingan tersebut juga menjadi momen spesial karena ia mencetak gol pertamanya setelah bergabung dengan Barcelona.

Sementara bagi Raphinha, laga ini menjadi panggung sempurna untuk menunjukkan bahwa ia masih memiliki pengaruh besar terhadap permainan Barcelona.

“Bicara” Lewat Performa di Lapangan

Ada sesuatu yang menarik dari situasi Raphinha.

Ketika namanya tidak masuk dalam daftar Ballon d’Or, ia memilih tidak melakukan kampanye atau mengeluhkan keputusan tersebut.

Ia hanya mengatakan bahwa dirinya ingin berbicara mengenai Barcelona.

Beberapa jam kemudian, ia mencetak dua gol dan membawa Barcelona menang 5-1 di Liga Champions.

Tentu saja, dua gol tersebut tidak mengubah daftar nominasi Ballon d’Or yang sudah diumumkan. Namun performa tersebut menunjukkan bahwa Raphinha masih memiliki alasan kuat untuk merasa dirinya layak diperhitungkan di level tertinggi.

Terlebih lagi, musim baru saja dimulai.

Raphinha Tidak Perlu Banyak Bicara

Raphinha kini menghadapi situasi yang cukup unik.

Ia tidak masuk 30 kandidat Ballon d’Or, sementara beberapa rekan setimnya justru masuk dalam daftar.

Namun alih-alih menjadikan hal tersebut sebagai masalah pribadi, ia memilih tetap bekerja dan membantu Barcelona.

Delapan gol dalam lima pertandingan menjadi bentuk respons paling nyata dari sang pemain.

Dan setelah melihat penampilannya melawan Feyenoord, satu hal menjadi jelas: Raphinha mungkin tidak ingin banyak berbicara mengenai Ballon d’Or.

Biarkan kakinya yang berbicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *